Arti Obstruction of Justice, Istilah yang Kerap Disebut dalam Kasus Penembakan Brigadir J

- 15 Agustus 2022, 21:00 WIB
Ilustrasi kasus penembakan Brigadir J.
Ilustrasi kasus penembakan Brigadir J. /Pixabay/Rudy and Peter Skitterians

PIKIRAN RAKYAT – Hari ini, Senin, 15 Agustus 2022, anggota Komnas HAM tiba di rumah dinas Ferdy Sambo yang merupakan lokasi terjadinya penembakan Brigadir J.

Rombongan Komnas HAM tiba di Duren Tiga sekitar pukul 15.09 WIB untuk melakukan tinjauan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu mengecek keterangan dan data-data yang telah diperoleh.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung menyatakan bahwa tinjauan yang dilakukan oleh pihaknya adalah untuk memeriksa data-data yang sudah diperoleh seperti balistik, hasil autopsi jenazah serta rekonstruksi bangunan.

“Kami dari Komnas HAM akan mengecek TKP. Apa saja yang dicek? Tentu saja terkait dengan data-data yang sudah kami peroleh dari soal balistik, dari soal autopsi jenazah, maupun juga rekonstruksi bangunan yang ada,” ungkapnya.

Baca Juga: Terungkap! Penyebab Putri Candrawathi Menangis di Magelang, Pengacara: Si Cantik Mengadu ke Ferdy Sambo...

Setelah selesai melakukan tinjauan, Komnas HAM mengatakan bahwa adanya indikasi obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir J semakin kuat.

Obstruction of justice sejak awal kami bilang ada indikasi kuat. Ketika kami cek di TKP, Indikasi itu semakin menguat,” ujar Chairul Anam yang juga merupakan Komisioner Komnas HAM.

Ia mengungkapkan bahwa sesuai janjinya kepada media dan publik, Komnas HAM akan memeriksa serta mengecek semua bahan yang telah didapat serta mengujinya langsung di TKP.

“Yang pasti kami mengecek semua bahan yang kami punya. Kan ini janji kami juga kepada teman-teman media, kepada publik,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Puput Akad Ningtyas Pratiwi

Sumber: PMJ News Antikorupsi.org

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network