Dampak Aktivitas Matahari Terhadap Indonesia, Peneliti Beri Penjelasan

- 12 Agustus 2022, 12:55 WIB
Ilustrasi matahari.
Ilustrasi matahari. /Pixabay/distelAPPArath

PIKIRAN RAKYAT- Aktivitas atau kegiatan di permukaan Matahari digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu gumpalan Matahari (granula), bintik Matahari atau noda hitam (sunspot), dan lidah api Matahari (prominensa atau protuberans).

Peneliti Pusat Riset Antariksa pada Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN (Pussainsa) Dr. Johan Muhammad, baru-baru ini menjelaskan faktor risiko adanya badai matarahi terhadap Indonesia.

Berdasarkan istilah umum, badai matahari diidentikan dengan suatu ledakan-ledakan atau peristiwa eruptif yang terjadi pada matahari itu sendiri.

Menurut peneliti BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional), Indonesia berisiko rendah terdampak Badai Matahari.

Baca Juga: Waspada Puncak Badai Matahari 2022, Apa dan Bagaimana Dampak terhadap Bumi Kita?

“Di Indonesia, dampak dari aktivitas matahari yang didapat tidak sebesar pada daerah yang berada di lintang tinggi seperti sekitar Kutub Bumi. Hal ini dikarenakan letak Indonesia terletak di garis Khatulistiwa, “ katanya, dikutip dari Antara.

Diketahui bahwa aktivitas matahari secara langsung merubah kerapatan dan tekanan plasma di medium antar planet dan ionosfer, serta meningkatkan tekanan magnetic pada Magnetosfer bumi.

Hal tersebut menyebabkan berbagai sinyal gelombang elektromagnetik yang biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk keperluan komunikasi dan navigasi dapat terganggu, efek dari aktivitas ekstrim matahari ini.

Matahari sebagai sumber energi utama di tata surya memiliki pengaruh juga terhadap cuaca di antariksa.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x