Komnas HAM Curiga Keterangan Internal Polri di Kasus Kematian Brigadir J Berbeda

- 6 Agustus 2022, 12:25 WIB
Ilustrasi penembakan. Komnas HAM buka suara soal 25 anggota polisi yang tidak independen dalam kasus kematian Brigadir J.
Ilustrasi penembakan. Komnas HAM buka suara soal 25 anggota polisi yang tidak independen dalam kasus kematian Brigadir J. /Pexels/Karolina Grabowska

PIKIRAN RAKYAT - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyatakan pihaknya sangat mendesak agar Polri bisa mengungkap kamera pengintai atau CCTV di rumah Irjen Ferdy Sambo untuk mengungkap kasus kematian Brigadir J.

Taufan menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah bagaimana mengungkap CCTV di TKP kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Karena menurut saya ini pertanyaan yang serius, nggak bisa penjelasannya seperti itu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat 5 Agustus 2022 malam.

Taufan menuturkan kalau penjelasan internal polri berbeda antara satu dengan yang lainnya terkait kasus ini, maka penyelidik Komnas HAM curiga.

Baca Juga: Komnas HAM: Bharada E Belum Tentu Jadi Pelaku Penembak Brigadir J

Dia mengatakan Komnas HAM membuka kemungkinan memanggil 25 polisi yang dinilai tidak profesional dalam mengusut tuntas kematian Brigadir J.

Akan tetapi, Taufan menyebut kalau memang dalam kasus ini ada upaya menutup-nutupi atau obstruction of justice maka tidak perlu memanggil mereka.

"Tapi kalau kita masih ragu-ragu kita akan panggil, tergantung. Sejak awal kita sudah curiga ini ada apa," tuturnya.

"Kalau ada suatu lembaga sebesar Polri yang membuat keterangan satu pihak denga pihak di internal mereka berbeda maka insting sebagai penyelidik curiga," ucapnya lagi.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network