Volume Kendaraan di Bundaran HI Membeludak, Dishub Jakarta Gelar Rekayasa Lalu Lintas

- 5 Juli 2022, 16:45 WIB
Volume kendaraan di Bundaran HI membeludak, Dishub Jakarta gelar rekayasa lalu lintas.
Volume kendaraan di Bundaran HI membeludak, Dishub Jakarta gelar rekayasa lalu lintas. /Antara/Aprillio Akbar

PIKIRAN RAKYAT - Bertambahnya volume kendaraan yang melintas di wilayah Bundaran HI setiap minggu, telah menjadi alasan kuat untuk Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan uji coba rekayasa lalu lintas selama seminggu mendatang.

Tengah gelar uji coba rekayasa lalu lintas, Dishub DKI Jakarta menilai peningkatan volume kendaraan di Bundaran HI memang harus mendapat penanganan yang komprehensif.

Disebutkan Dishub DKI Jakarta, wilayah Bundaran HI telah menghasilkan peningkatan volume kendaraan yang mencapai sembilan persen per minggu.

Dalam data terakhir yang diambil, volume kendaraan di Bundaran HI sepanjang 23-30 Juni 2022 mencapai hampir 98 ribu kendaraan.

Baca Juga: Daftar Mobil yang Masih Boleh Isi Bensin Pertalite, Avanza dan Xpander Termasuk?

"Sehingga dibutuhkan penanganan lalu lintas yang komprehensif melalui uji coba rekayasa lalu lintas di Bundaran HI," kata Pelaksana Harian Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Emanuel Kristanto dalam pernyataan resmi, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Atas sebab data itu, Dishub DKI Jakarta tengah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai volume kendaraan di kawasan Bundaran HI.

"Dalam rangka mengurangi kepadatan dan konflik lalu lintas di Bundaran HI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia," tulis Dishub DKI Jakarta, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Instagram @dishubdkijakarta.

"Uji coba rekayasa lalu lintas akan dilaksanakan pada tanggal 4-10 Juli 2022, pukul 16.00-21.00 WIB," tulis pengumuman itu lagi.

Halaman:

Editor: Puput Akad Ningtyas Pratiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network