Empat Rekomendasi Rakernas II PDIP untuk Pemenangan Pemilu 2024

- 23 Juni 2022, 20:15 WIB
Rakernas PDIP
Rakernas PDIP /PDIP

PIKIRAN RAKYAT - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) rampung melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Juni 2022.

Dalam penutupan Rakernas ini, PDIP mengumumkan empat poin rekomendasi partai pada Pemilu 2024 mendatang. 

Rekomendasi tersebut dibacakan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Pertama, rekomendasinya adalah Rakernas II PDI Perjuangan menetapkan strategi pemenangan Pemilu 2024 dengan semangat gotong royong berbasis teritorial yang bertumpu pada kekuatan mesin partai dengan melibatkan seluas-luasnya petani, buruh, nelayan, pemuda-mahasiswa, perempuan, pemilih milenial dan pemilih pemula.

Baca Juga: Perenang Artistik Asal Amerika Serikat Pingsan di Dalam Kolam Renang pada Kejuaraan Dunia Akuatik di Hongaria

"Kedua, Rakernas II Partai merekomendasikan penyempurnaan sistem rekrutmen dan seleksi calon anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Partai. Penyempurnaan kualitas kader dilakukan melalui seleksi calon berdasarkan psikotes, kaderisasi di Sekolah Partai, dan penugasan kader Partai. Atas dasar hal tersebut, maka proses penjaringan, penyaringan dan penetapan Daftar Calon Anggota Legislatif di seluruh tingkatan dimulai pada bulan Agustus 2022," kata Sugianto.

Ketiga, Rakernas II Partai menegaskan komitmen seluruh jajaran Dewan Pimpinan Partai (DPP) untuk terlibat secara aktif mengikuti seluruh ketentuan tahapan Pemilu secara detail dan bersungguh-sungguh, dimulai dari tahap pendaftaran, verifikasi.

"Dan penetapan partai politik sebagai peserta pemilu hingga pemungutan, penghitungan, rekapitulasi, dan penetapan hasil Pemilu Serentak 2024," ujar Sugianto.

Baca Juga: Romantis dengan Jordi Onsu, Ayu Ting Ting Tak Tutup Kemungkinan untuk Buka Hati: Sah-Sah Saja

Dan keempat, Rakernas II Partai mendorong peningkatan kualitas pemilu. Berkaitan dengan hal tersebut, sistem dan pelaksanaan pemilu wajib menjamin terpenuhinya hak konstitusional warga negara untuk memilih melalui peningkatan integritas penyelenggara pemilu.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network