Aksi Nyata TNI, Pencitraan Tak Boleh Didahulukan

- 23 Juni 2022, 15:10 WIB
Personel TNI AD memberi informasi alutsista dan inovasi teknologi kepada pelajar pada pameran di Makodam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 17 Juni 2022.
Personel TNI AD memberi informasi alutsista dan inovasi teknologi kepada pelajar pada pameran di Makodam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 17 Juni 2022. /Antara/Novrian Arbi

PIKIRAN RAKYAT – Tentu kita masih ingat, saat pergantian George W Bush ke Barack Obama, rakyat Amerika Serikat menaruh harapan tinggi. Mereka menunggu berbagai perubahan dalam kebijakan kepemimpinan. Harapan itu selalu ada di setiap pergantian kepemimpinan.

Di Indonesia juga demikian. Setiap pergantian presiden, terutama sejak masuknya era Reformasi, harapan-harapan baru selalu ada.

Sang pemimpin kemudian berusaha menunjukkan bahwa ia memang ”berbeda”. Hal yang terlebih penting lagi, semuanya menghendaki outcome yang menimbulkan perbaikan dan perubahan positif di masyarakat.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen Kunto Arief Wibowo meyampaikan pandangannya soal aksi nyata untuk rakyat. Tulisannya dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi 6 Juni 2022. Berikut ini tulisan lengkapnya. Kepada pembaca yang bijak lagi bestari, selamat membaca.

***

Kebijakan politik punya dua efek. Pertama, efek nyata bagi rakyat. Hal itu merupakan efek yang mendasar yang berbasis pada konstitusi sekaligus pula menegaskan, secara normatif, pemimpin itu terikat pada aturan dasar bernegara.

Kedua, kebijakan pasti berefek pada pembuat kebijakan. Setiap kebijakan akan berdampak pada citra dan merek pada pemimpin (yang membuat kebijakan) di wilayah jabatan politisnya.

Baca Juga: Viral Aksi Heroik Prajurit TNI Pecahkan Kaca Demi Selamatkan Bayi Terkunci di Mobil, Terungkap Kronologinya

Akan tetapi, publik kerap memilih soal efek pencitraan. Gaung efek kedua itu lebih kuat dari yang pertama. Padahal, dua efek tersebut bagaikan dua sisi mata uang. Ketika kebijakan diapresiasi positif publik, citra pemimpin pun menjadi positif.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network