Jangan Sembarang Beri Nama Anak, Mendagri Larang Cuma 1 Kata atau yang Sukar Dibaca

- 22 Mei 2022, 20:00 WIB
Pemerintah melalui Mendagri telah menerbitkan larangan penggunaan nama hanya 1 kata
Pemerintah melalui Mendagri telah menerbitkan larangan penggunaan nama hanya 1 kata /Pixabay/Janjf93

PIKIRAN RAKYAT – Pemberian nama bagi identitas seseorang tak boleh lagi dilakukan dengan sembarangan, atau hanya mempertimbangkan nilai estetika dan makna semata.

Banyak ditemukan nama-nama anak dewasa kini yang penulisannya sukar dibaca supaya tampak unik dan berbeda. Tak jarang pula identitas nama warga di Indonesia yang hanya menggunakan 1 kata.

Kini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan takkan ada lagi pemberian nama identitas semacam itu.

Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022, tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan, Mendagri mengatur perihal pemberian nama.

Baca Juga: Polisi Buru Pembunuh Remaja 24 Tahun di Bandung

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Dispencapil Kabupaten Ngawi, Minggu, 22 Mei 2022, pencatatan nama pada dokumen kependudukan ditetapkan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut.

  1. Bahwa pencatatan nama pada dokumen kependudukan diperlukan setiap penduduk sebagai identitas diri agar negara dapat memberikan perlindungan dalam pemenuhan hak konstitusional dan tertib administrasi kependudukan;
  2. Bahwa pencatatan nama pada dokumen kependudukan perlu diatur sebagai pedoman bagi penduduk dan pejabat yang berwenang melakukan pencatatan untuk memudahkan pelayanan publik;
  3. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan;

Baca Juga: Perasaan Lewis Hamilton Campur Aduk Usai Kualifikasi F1 GP Spanyol 2022

Aturan tersebut juga menuliskan bahwa pencatatan nama pada Dokumen Kependudukan mesti dilakukan sesuai prinsip norma agama, norma kesopanan, serta norma kesusilaan.

Pencatatan nama tersebut harus memenuhi persyaratan, diantaranya:

  • Mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir
  • Jumlah huruf paling banyak 60 (enam puluh) huruf termasuk spasi
  • Jumlah kata paling sedikit 2 (dua) kata.

Tata cara Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan meliputi:

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network