TNI AU Hentikan Paksa Pesawat Sipil yang Terobos Wilayah Udara di Batam

- 14 Mei 2022, 21:20 WIB
Kasau tinjau latihan demo udara peringatan HUT TNI ke-76 di Lanud Halim Perdanakusuma.
Kasau tinjau latihan demo udara peringatan HUT TNI ke-76 di Lanud Halim Perdanakusuma. /Pikiran-Rakyat.com/Muhamad Rizky

PIKIRAN RAKYAT – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menghentikan sebuah pesawat sipil asing yang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin.

Diketahui, pesawat asing G-DVIR tipe DA62 memasuki kawasan udara Indonesia dari Kuching menuju Senai, Malaysia pada Jumat, 13 Mei 2022 malam.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan anggotanya langsung memerintahkan pesawat sipil tersebut untuk segera mendarat.

Lokasi pendaratan pesawat sipil tersebut berada di Lanud Hang Nadim Batam dan kru pesawat segera diamankan oleh personel TNI AU.

Baca Juga: Viral Masuk Masjid Painan di Kawasan Wisata Sumatera Barat Harus Bayar, Petugas: Itu Perintah Bupati

“Sedang terbang dari Kuching ke Senai Malaysia, diperintahkan mendarat oleh TNI AU di Batam,” kata Indan Gilang Duldanysah seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Saat mendarat, pesawat sipil tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen penerbangan lengkap sehingga dinilai memasuki wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara ilegal.

Pesawat tersebut juga diketahui diterbangkan oleh seorang warga negara Inggris dengan tujuan Malaysia.

“Pesawat yang diterbangkan oleh MJT warga negara Inggris dan TVB (co-pilot) serta CMP (crew),” katanya melanjutkan.

Baca Juga: TNI AU Akan Bangun Pangkalan Udara Baru di IKN Nusantara

Perintah pendaratan pesawat asing itu menunjukkan tingginya kesiapan TNI AU dalam mengamankan wilayah udara NKRI.

Menurutnya, salah satu tugas TNI AU adalah melakukan patroli dan pengawasan wilayah udara yuridiksi nasional seperti menggunakan radar dan pesawat tempur sergap.

“Yang terjadi di Lanud Hang Nadim Batam menunjukkan tingginya kesiapsiagaan TNI AU dalam menjaga setiap jengkal wilayah udara nasional,” kata Indan Gilang Buldansyah.

Pihaknya tak akan memberikan toleransi pada pelanggaran yang menyangkut penerobosan wilayah udara.

Semua pihak disiagakan untuk melakukan pengawasan wilayah udara dengan mengerahkan setiap sumber daya yang ada.***

Editor: Puput Akad Ningtyas Pratiwi

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network