Hari Ini Puluhan Ribu Buruh Bakal Kepung Gedung DPR dan GBK, Ada 18 Tuntutan yang Disuarakan

- 14 Mei 2022, 06:05 WIB
Ilustrasi - Perwakilan buruh  yang tergabung dalam Aliansi Jawa Tengah Menggugat berunjuk rasa di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Rabu 13 April 2022. Mereka mengusung 11 tuntutan di antaranya stabilisasi harga BBM dan penurunan harga minyak goreng.
Ilustrasi - Perwakilan buruh yang tergabung dalam Aliansi Jawa Tengah Menggugat berunjuk rasa di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Rabu 13 April 2022. Mereka mengusung 11 tuntutan di antaranya stabilisasi harga BBM dan penurunan harga minyak goreng. /Antara/Aji Styawan

PIKIRAN RAKYAT - Puluhan ribu buruh dijadwalkan mengikuti aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta pada hari ini, Sabtu, 14 Mei 2022.

Separuh dari massa buruh tersebut kemudian akan melanjutkan aksi unjuk rasa tersebut di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa yang akan berlangsung hari ini di Gedung DPR RI dan GBK merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Buruh Dunia yang berlangsung sejak 1 Mei 2022.

Said Iqbal menyampaikan, ada 18 tuntutan yang akan disuarakan massa buruh dalam unjuk rasa tersebut. 

Baca Juga: Hasil Thomas Cup 2022: Penuh Ketegangan, Ahsan-Kevin Jadi Pembuktian Tak Ada yang Mustahil Kalahkan Jepang

Adapun tuntutan-tuntutan buruh itu, antara lain menyangkut permintaan kepada pemerintah agar menurunkan harga bahan pokok, bahan bakar minyak dan gas.

“Sahkan RUU (Rancangan Undang-Undang) PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga), tolak revisi UU PPP (Pembentukan Peraturan Perundang-undangan), dan tolak revisi UU SP/SB (Serikat Pekerja/Serikat Buruh),” kata Said Iqbal.

Selain itu, massa buruh juga menolak upah murah, meminta pemerintah menghapus mekanisme pekerja alih daya (outsourcing), menolak kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN), dan meminta pemerintah segera mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang perlindungan anak buah kapal (ABK) dan buruh migran.

Di samping itu, massa buruh juga meminta pemerintah dan DPR RI segera meratifikasi Konvensi ILO No. 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja.

Halaman:

Editor: Yunita Amelia Rahma

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network