Istana Klaim Berhasil Tangani Pandemi Covid-19, Jubir Presiden Sebut Masyarakat Sangat Puas

- 8 Juni 2020, 20:05 WIB
MESKIPUN dikecam oleh Duta Besar Tiongkok untuk RI, Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman menilai langkah yang diambil pihak istana sudah tepat.* /instagram.com/@fadjroelrachman

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah mengklaim berhasil menangani, mengendalikan dan menekan sebaran virus corona. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menyatakan, sekitar 67% masyarakat sangat puas terhadap kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Persentase tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia dan dijadikan rujukan oleh Fadjroel.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo dengan kepemimpinan demokratis bekerja keras membangun sistem responsif terhadap pandemi demi keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Sistem responsif yang mampu menciptakan keamanan secara komprehensif baik kesehatan dan perekonomian rakyat, serta keberlanjutan hidup bangsa.

“Sistem responsif pandemi tersebut salah satunya adalah pembentukan gugus tugas Covid 19. Presiden melibatkan BNPB, seluruh kementerian/lembaga, Polri, TNI dan pemerintahan daerah. Survei Indikator menunjukkan bahwa sistem responsif pandemi yang dibangun presiden benar-benar bekerja,” kata Fadjroel di Jakarta, Senin 8 Juni 2020.

Baca Juga: 26 Pegawai KPK Reaktif Covid-19, Firli Bahuri Merasa Prihatin

Ia menyatakan, Jokowi mampu mengorganisasi lembaga-lembaga negara termasuk Polri dan TNI. Atas kinerjanya tersebut, sebesar 85,7 % responden merasa yakin bahwa polisi dapat menjaga keamanan selama masa pandemi. Sebesar 88,9% responden juga merasa yakin TNI dapat menjaga keamanan selama masa pandemi

Ia menuturkan, hal tersebut menunjukan mayoritas masyarakat percaya kepada pemerintah pusat. Menurut dia, orkestrasi presiden terhadap lembaga kepemerintahan dalam menjalankan sistem responsif bisa dirasakan masyarakat

“Hal ini terlihat dari survei yang menunjukkan 47.6% cukup puas dan 8.8% sangat puas terhadap pemerintah pusat atau rata-rata mencapai 56.4%. Presiden Joko Widodo sangat menghargai 66,5% kepuasan atau kepercayaan masyarakat terhadap kinerjanya. Kepercayaan ini menjadi modal bagi presiden untuk terus bekerja keras membangun sistem responsif,” ujarnya. 

Baca Juga: Alasan Pemain Persib Mengapa Liga 1 2020 Harus Segera Berlangsung Kembali

Ia mengatakan, catatan-catatan dari masyarakat terkait kebijakan yang belum ideal menjadi perhatian presiden. Seperti program bantuan sosial yang masih belum terdistribusi secara tepat. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X