Setelah 6 Hari Terperosok ke Sumur, Warga Ukraina di Bali Tidak Kuat Menggerakkan Tubuhnya

- 6 Juni 2020, 20:00 WIB
PROSES evakuasi warga Ukraina yang terjatuh ke dalam bekas tempat penampungan air di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu, 6 Juni 2020.* /ANTARA/HO-Humas Polsek Kuta Selatan

PIKIRAN RAKYAT – Dari teriakan minta tolong yang didengar seorang warga, ditemukan seorang WNA Ukraina yang sudah terjebak cukup lama di dalam sumur.

Tak tanggung-tanggung, WNA tersebut sudah terjebak di sana, selama enam hari lamanya.

Sabtu, 6 Juni 2020, sekitar pukul 13.35 wita, tim Basarnas Bali bersama Polsek Kuta Selatan, Babinkamtibmas Desa Pecatu, serta masyarakat setempat mengevakuasi korban.

Baca Juga: Persiapan Piala Dunia U-20, Wasekjen PSSI Sampaikan Hasil Rapat Terbaru dengan FIFA

Diperkirakan korban mengalami cedera, karena tidak sanggup lagi menggerakkan tubuhnya.

Dalam proses evakuasi, korban diangkat ke luar dari tempat penampungan air memakai tangga, kemudian korban mendapatkan tindakan awal dan diangkat menggunakan tandu.

Lalu, korban dibawa ke RS BIMC Nusa Dua untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Rogoh Saku Sendiri, Michael Jordan Siap Kucurkan Dana Rp 1,4 Triliun demi Lawan Rasialisme

"Korban tidak kuat menggerakkan badannya, sehingga oleh warga setempat inisiatif memberikan makanan dan air minum kepadanya. Selain itu juga informasi dia di sana sudah enam hari," ucap Kapolsek Kuta Selatan, AKP Yusak Agustinus, seperti dikutip dari Antara.

Roberts Jacob Matthew, WNA Ukraina berusia 29 tahun itu, menurut Antara, terperosok dan terjebak selama enam hari di dalam bekas sumur di kebun warga, Jalan Alila Blimning Sari, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

"Dari keterangan masyarakat, bahwa korban terjatuh ke dalam bekas tempat penampungan air yang tingginya hampir 5 meter, sudah sekitar enam hari. Sedangkan untuk penyebabnya kenapa bisa terjatuh, masih kita selidiki dulu," kata dia.

Baca Juga: 79 Orang, Jadi Jumlah Total Kasus Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bandung 6 Juni 2020

Ia menjelaskan sekitar pukul 11.45 wita, seorang warga sedang mencari makanan sapi di kebun dekat rumahnya, kemudian mendengar suara orang berteriak- teriak meminta tolong.

Bekas tempat penampungan air tersebut jaraknya sekitar 100 meter dari jalan raya, dan lokasi di sekitar tempat tersebut sunyi.

"Setelah mendengar suara minta tolong, lalu warga ini menuju lokasi yang menjadi sumber suaranya, setelah sampai ternyata ada warga negara asing berada di tempat penampungan air itu. Saat itu juga langsung menghubungi pihak berwenang untuk melakukan evakuasi," jelas Yusak.***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X