Sambut Era The New Normal, Objek Pariwisata di Banyumas Berbenah

- 4 Juni 2020, 07:12 WIB
OBJEK wisata Baturaden berbenah menghadapi era The New Normal.*
OBJEK wisata Baturaden berbenah menghadapi era The New Normal.* /EVIYANTI/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah  melalui Dinas Pariwisata mulai melakukan berbagai persiapan  menyambut era "The New Normal" pariwisata pasca pandemi Covid-19.

Namun, soal kepastian kapan destinasi wisata di Kabupaten Banyumas  resmi dibuka, masih menunggu hasil rekomendasi Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyumas.

Dinas Pariwisata setempat  menyatakan, di era new normal ini  semua wisatawan  sangat peduli dan menuntut standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di destinasi wisata.

Baca Juga: Ancam Nyawa Pengendara, Puluhan Pengamen dan Opang Timbun Lubang di Ruas Jalan Raya Cicurug Sukabumi

"Saat ini kami sedang menyiapkan pemenuhan standar dan fasilitas pendukung kesehatan tersebut, yang akan diberlakukan di semua industri pariwisata di Banyumas, termasuk destinasi yang ada, diantaranya Lokawisata Baturaden, perhotelan dan rumah makan ," kata  Kepala Dinas Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani, Rabu 3 Juni 2020.

Asis mengatakan, sejumlah kegiatan persiapan yang kini sedang berlangsung dan akan dilaksanakan, antara lain pembersihan destinasi wisata, perbaikan fasilitas di destinasi wisata, penambahan fasilitas kebersihan, juga penyediaan fasilitas cuci tangan.

Persiapan yang sedang dilakukan dari sisi pekerja, wisatawan, maupun lokasi yang merujuk pada standar  operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Pesisir Ciemas Kabupaten Sukabumi Akan Menjadi Sentra Udang Nasional

Dinas Pariwisata saat ini mulai menyosialisasikan penggunaan transaksi non tunai dalam pembelian tiket masuk Lokawisata Baturraden. Pemeriksaan suhu tubuh,  memasang papan informasi prosedur berwisata era normal baru di sejumlah titik. “SOP ini untuk melindungi petugas dan kesehatan wisatawan sendiri,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan pembatasan jumlah pengunjung, maksimal adalah 50 persen dari angka kunjungan wisata saat peak season, atau tingkat kunjungan tertinggi seperti hari libur.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X