Jawa Tengah Izinkan Masjid Dibuka di Zona Hijau, MUI Pusat Diminta Terbitkan Fatwa 'Shift' Salat

- 4 Juni 2020, 06:57 WIB
Para Ulama se-Jawa Tengah menggelar halaqah tentang tatanan beribadah di era new normal. Acara tersebut dihadiri juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Para Ulama se-Jawa Tengah menggelar halaqah tentang tatanan beribadah di era new normal. Acara tersebut dihadiri juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. /Pikiran-Rakyat.com/Eviyanti

Fatwa itu nantinya akan merubah fatwa awal dari MUI Jawa Tengah. Jika sebelumnya MUI meminta seluruh masyarakat Jawa Tengah beribadah di rumah, kali ini akan ada beberapa daerah yang diperbolehkan menggelar kegiatan ibadah di masjid.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Amerika Was-was akan COVID-19 di Tengah Gelombang Protes George Floyd

"Tapi karena virus ini masih ada dan penularannya masih terjadi, sehingga meskipun diberikan kelonggaran harus dengan protokol kesehatan ketat.

Sebab selama ini, masih banyak masyarakat yang belum sadar memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan sabun," tegasnya.

Baca Juga: Robert Alberts Sarankan Indonesia Ikuti Jejak Vietnam Soal Kelanjutan Kompetisi

'Shift' salat

Disinggung terkait usulan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo agar pelaksanaan salat Jumat dibuat shift, Daroji mengatakan sudah membahasnya bersama para ulama.

Sebenarnya usulan itu memungkinkan, namun terkendala oleh fatwa MUI pusat yang pernah melarang pelaksanaan salat Jumat secara shift.

Baca Juga: Salah Satu Calon Bupati Tasikmalaya Berniat Borong Partai Politik Jelang Pilkada

"Kendalanya MUI pusat pernah mengeluarkan fatwa larangan itu (Jumatan shift), tapi kan itu dulu dan kondisinya berbeda.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X