Ketika Penderitaan Juliari Batubara Dihina dan Kerja Baik Edhy Prabowo Jadi Alasan Vonis Disunat

- 10 Maret 2022, 14:40 WIB
Edhy Prabowo.
Edhy Prabowo. /Pikiran Rakyat/Yusuf Wijanarko

Serupa dengan apa yang dialami oleh Juliari P. Batubara, Edhy Prabowo juga 'menikmati' sunat hukuman yang diterimanya usai melakukan pencurian uang rakyat.

Mahkamah Agung (MA) memutuskan mengurangi masa hukuman pidana penjara terhadap mantan Menteri KKP itu yang sebelumnya 9 tahun menjadi 5 tahun saja.

Keputusan itu disampaikan Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro di Jakarta pada Rabu, 9 Maret 2022.

Baca Juga: Tendang Anggota Polisi Hingga Luka-luka, Pemuda di Kapuas Kalimantan Tengah Terancam 2 Tahun Penjara

"Memperbaiki putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengenai pidana yang dilakukan kepada terdakwa dan lamanya pidana tambahan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Edhy Prabowo dengan penjara selama 5 tahun dengan pidana denda sebesar Rp400 juta dengan ketentuan bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," kata Andi Samsan Nganro.

Putusan kasasi itu diputuskan pada 7 Maret 2022 oleh majelis kasasi yang terdiri atas ketua majelis Sofyan Sitompul serta Gazalba Saleh dan Sinintha Yuliansih Sibarani yang masing-masing menjadi anggota.

Selain itu, hak untuk dipilih dalam jabatan publik Edhy Prabowo juga dicabut selama dua tahun terhitung sejak mantan Menteri KKP itu selesai menjalani pidana pokok.

Sedangkan alasan majelis kasasi mengurangi vonis Edhy Prabowo, yakni mempertimbangkan keadaan tertentu.

Edhy Prabowo dinilai telah memberikan harapan yang besar kepada masyarakat nelayan dengan kapasitasnya saat itu sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Bahwa putusan Pengadilan Tinggi yang mengubah putusan Pengadilan Negeri kurang mempertimbangkan keadaan yang meringankan terdakwa sehingga perlu diperbaiki dengan alasan bahwa pada faktanya terdakwa sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI sudah bekerja dengan baik dan telah memberi harapan yang besar kepada masyarakat khususnya nelayan," tutur hakim.

Halaman:

Editor: Tita Salsabila

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x