Warga Desa Pageraji di Banyumas Kena Sanksi Baca Pancasila karena Tidak Bermasker

- 1 Juni 2020, 16:50 WIB
APARAT dan perangkat dan pemuda Desa Pageraji Kecamatan Cilongok memberi sanksi warga tidak bermasker dengan membaca Pancasila.* /EVIYANTI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Berbagai cara ditempuh pemerintah untuk mendisplinkan warga dalam penerapan protokol kesehatan  Covid-19. Seperti  pemakaian masker.

Khusus pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, warga sebuah desa di Banyumas, Jawa Tengah, yang kedapatan tidak mengenakan masker dalam aktivitas di luar rumah dikenai sanksi baca Pancasila.

Cara unik yang ditempuh perangkat Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, ini didukung para  tokoh pemuda.

Baca Juga: BMW Astra Berikan Layanan Pembersihan Sirkulasi Udara Gratis pada Ratusan Mobil

Jika tidak bisa, warga pun diminta menghapal di tempat.

Koordinator Lapangan Operasi Masker Kadus III Desa Pageraji, Anwar Nur Huda mengatakan, sanksi tersebut lebih ditujukan kepada ditujukan kepada para anak muda.

"Sebagai hukuman tidak bermasker mereka harus bisa menghafal Pancasila. Mereka harus paham mengenai simbol simbol negara harus tahu  dan memahaminya, " kata Anwar.

Baca Juga: Mengeluh Sesak dan Demam, Perantau Meninggal Berstatus PDP Covid-19 di Indramayu

Diakui,  banyak alasan yang dikemukakan warga di Desa Pageraji setelah terjaring razia, seperti enggan mengenakan masker. Padahal pakai masker itu sebagai upaya pemerintah untuk mengerem penularan corona.

Sebenarnya upaya pemerintah sudah luar biasa, sudah sering mengingatkan warganya, akan tetapi praktiknya dil apangan, diakui sulit  mendisiplinkan pendudukanya.

"Ada saja alasannya, lupa lah, hanya jarak dekatlah sehingga tidak mengenakan masker atau karena tidak punya masker. Padahal  setiap kepala rumah tangga di Kabupaten Banyumas sudah diberikan masker secara gratis oleh Pemkab, kami sendiri yang membagikan satu keluarga dapat empat  masker ," tambahnya.

Baca Juga: Diduga Hendak Tawuran, Belasan Remaja Anggota Geng Motor Ditangkap Tim Pemburu Preman

Diakui kondisi tersebut terjadi karena kemungkinan tidak mengetahui secara persis dan benar soal virus corona. Bahkan tidak sedikit  warga yang mengaku, kebal terhadap penularan.

Meski demikian sekitar  70 persen warga di desa tersebut sudah taat dalam penggunaan masker dan pihaknya tetap melakukan sosialisasi tersebut. Kegiatan razia masker ditingkat desa ini dibagi menjadi sembilan titik di tiga Kadus yang berbatasan dengan desa tetangga.

Sugi (34) penderes nira kelapa  salah satu warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat razia berlangsung. Dia mengakui tidak memakai maskser karena maskernya disimpan dijok kendaraan.

Baca Juga: Mengeluh Sesak dan Demam, Perantau Meninggal Berstatus PDP Covid-19 di Indramayu

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Zona Priangan

Ferrari Lepas Vettel

5 Juli 2020, 22:24 WIB
X