IGD RSUD Daya Makassar Ditutup Menyusul 5 Tenaga Medis Positif Covid-19

- 30 Mei 2020, 13:49 WIB
ILUSTRASI tenaga medis Covid-19.* /Yulius Satria Wijaya/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa ditutup.

Penutupan terpaksa dilakukan setelah sebanyak lima tenaga medis yang bertugas di dilaporkan terpapar atau positif COVID-19.

"Ada petugas medis yang positif COVID-19, dua dokter umum dan tiga perawat IGD," kata Kepala Bagian Humas RSUD Daya Makassar, Wisnu Maulana saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 30 Mei 2020.

Baca Juga: Piala FA 2019/2020 akan Dilanjutkan pada 27 Juni 2020

Antara melaporkan, dengan adanya kasus baru di RSUD tersebut, layanan IGD terpaksa ditutup sementara dan tidak digunakan agar meminimalisir penyebaran virusnya secara meluas.

"Sejak kemarin IGD ditutup sementara dikarenakan ada petugas medis terkonfirmasi positif," ulas Wisnu.

Penutupan layanan IGD khusus tersebut, kata dia, sebagai langkah antisipatif dan telah diputuskan jajaran manajemen karana dianggap sebagai keputusan tepat.

Baca Juga: 5 Juni 2020 Sony akan Perkenalkan PlayStation 5 Secara Langsung dari YouTube dan Twitch

"Langkah ini untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 serta keselamatan dan kesehatan baik petugas maupun pasien yang akan berobat. Kami tutup sementara dulu sambil menunggu hasil swab semua petugas di IGD," ungkapnya.

Lima orang tenaga medis itu diketahui bertugas di IGD rumah sakit penyangga COVID-19 itu. Saat ini dua orang diantaranya sedang dirawat di ruang perawatan Infection Center (IC) rumah sakit setempat guna pemulihan kesehatannya.

Sedangkan tiga orang tenaga medis lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut apakah akan menjalani perawat di rumah sakit atau memilih melaksanakan isolasi mandiri.

Baca Juga: Suasana Haru Menggema saat Salat Jumat Perdana Jemaah di Masjid Bersama Wali Kota Bogor Bima Arya

"Ada dua perawat yang dirawat di IC lantai atas rumah sakit, lainnya baru ada hasil dua dokter dan satu perawat. Dari status ketiganya masih menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya," papar Wisnu.

Ia menambahkan status ketiganya masih diperiksa, bila tidak memiliki riwayat penyakit atau komplikasi, bisa saja melakukan isolasi mandiri di hotel, atau di rumahnya, atau bisa juga di rumah sakit, tergantung yang bersangkutan.

Sebelumnya, tenaga medis juga terpapar virus serupa juga terjadi di rumah sakit rujukan pertama, yakni Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulsel. Empat orang dinyatakan sembuh dan 16 tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien positif masih dirawat dan isolasi mandiri.

Baca Juga: PSBB Diperpanjang, Berikut Jadwal Operasional Samsat di Bandung Raya

"Iya benar, dalam tiga hari sebelumnya staf kami, dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya sudah positif," ungkap Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dr dr Khalik Saleh saat dikonfirmasi, Kamis 28 Mei 2020.

Dari jumlah tenaga medis positif itu, kata dia, ada sebagian memilih isolasi mandiri, sebagian masih dirawat intensif dan lainnya di hotel untuk menjalani isolasi.***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X