Senin, 1 Juni 2020

Guna Memutus Rantai Penularan COVID-19, Pemkab Jember Tutup Pusat Perbelanjaan dan Pasar Tradisional

- 23 Mei 2020, 17:35 WIB
ILUSTRASI COVID-19.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Tercatat hingga tanggal 22 Mei 2020, jumlah pasien positif COVID-19 di Jember sebanyak 25 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 143 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 242 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) 464 orang dan Orang Dalam Risiko (ODR) mencapai 1.162 orang. 

Hal tersebut membuat khawatir Pemerintah Kabupaten Jember, terutama melihat banyaknya ditemui masyarakat yang riskan terhadap penularan COVID-19 yakni dengan berkumpul di pusat perbelanjaan dan tidak mematuhi protokol kesehatan dengan baik. 

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember berencana akan menutup pusat perbelanjaan dan pasar tradisional

Baca Juga: 5 Tanda Pasangan Tak Lagi Mencintaimu, Salah Satunya Bersikap Egois

Dengan kekhawatiran tersebut Bupati Jember Faida, mengeluarkan surat edaran dengan nomor. 800/511/35.09.331/2020, tentang intruksi kepada pengelola pusat perbelanjaan dan pasar tradisional melakukan langkah pencegahan, pada Jumat, 22 Mei 2020.

Poin pertama dalam menginstruksikan kepada pengelola pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menerapkahn physical distancing dalam alur pelayanan untuk mencegah penularan COVID-19.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Portaljember.com dengan judul "Pemkab Jember Tutup Pusat Perbelanjaan dan Pasar Tradisonal Selama Satu Minggu"

Baca Juga: Breaking News: Update Kasus Virus Corona Indonesia per Sabtu 23 Mei 2020, 21.745 Total Positif

Poin kedua pengelola pusat perbelanjaan dan pasar tradisional melakukan sosialisasi serta penyuluhan kepada karyawan dan pengunjung terhadap gejala, tanda, juga cara pencegahan penularan COVID-19.

Halaman:

Editor: Yuni

Sumber: Portal Jember Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X