Belajar dari Kasus Data KPU Bocor, Pakar ITB Sarankan Pemerintah Pahami Value Data

- 23 Mei 2020, 12:31 WIB
PAKAR sistem keamanan ITB, Ir. Budi Rahardjo, M.Sc., Ph.D.* /DOK. PRIBADI/Budi Rahardjo

PIKIRAN RAKYAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sempat dibobol oleh peretas (hacker) baru-baru ini.

Sebagaimana dikabarkan Pikiran-Rakyat.com, 2,3 juta data penduduk Indonesia tersebar luas di kalangan peretas.

Salah seorang pakar sistem keamanan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Budi Rahardjo, M.Sc., Ph.D. mengatakan bahwa memang rancangan mereka mudah terbuka.

Baca Juga: Gadis Muda Ditarif Rp 150 Ribu, Area Prostitusi Gang Royal Libatkan Banyak Pemain

Saat dihubungi Pikiran-Rakyat.com pada Jumat 22 Mei 2020 lewat sambungan telepon, ia merasa sistem keamanan milik pemerintah memang longgar.

"Datanya memang gampang terbuka karena dari segi desain sebuah sistemnya enggak terlalu bagus," ujar Budi.

Akibatnya, masyarakat ribut akan data pribadi yang seharusnya privasi malah terpampang jelas dalam data-data tersebut.

Baca Juga: PT LIB Bayarkan Subsidi Klub Sepak Bola Termin Kedua

Namun, menurut Budi, yang perlu dipermasalahkan dari pencurian data tersebut sebenarnya bukan soal privasi atau bukan.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X