Bisa untuk Kejahatan, Lembaga Riset Ungkap Kemungkinan Bahayanya Data Warga Indonesia yang Bocor

- 22 Mei 2020, 16:50 WIB
Ilustrasi kejahatan siber.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Data warga Indonesia ditawarkan secara gratis di forum internet, Raid Forums. Hal ini berdasarkan laporan lembaga riset siber Indonesia CISSReC (Communication & Informatian System Security Research Center.

"Bisa diakses kalau kita masuk ke darkweb. Saat dicek di Raid Forums data yang disajikan plain dan bisa didownload member secara gratis," ujar chairman lembaga riset siber Indonesia CISSReC, Pratama Persadha Jumat 22 Mei 2020.

Dia menuturkan terakhir kali dirinya mengecek di Raid Forums, data warga Indonesia itu telah diunduh oleh sekitar 100 akun.

Baca Juga: Soal Tradisi Open House, Kepala Staf Kepresidenan RI: Istana Tidak akan Gelar Tahun Ini

Untuk bisa mengunduh data tersebut di perlukan minimal 8 kredit yang setiap 30 kredit harus dibeli seharga 8 euro via PayPal.

Adapun data yang disebar di forum internet mencakup nama, jenis kelamin, alamat, nomor KTP dan KK, tempat tanggal lahir, usia, status lajang atau menikah. Data yang disebar pelaku adalah data 2013, setahun sebelum pemilu 2014, sebagian besar data pemilih DIY.

"Data yang disebar tanpa enkripsi sama sekali. Nomor KTP dan KK bersamaan misalnya bisa digunakan untuk mendaftarkan nomor seluler dan juga melakukan pinjaman online bila pelaku mahir melengkapi data," kata Pratama.

Baca Juga: Simak Cara Daftar IMEI Ponsel Secara Mandiri, Tanpa Takut Terkena Pemblokiran

loading...

Lebih lanjut, Pratama membeberkan jika data yang bocor itu dikombinasikan dengan data Bukalapak dan Tokopedia yang telah lebih dulu bocor, dia khawatir akan berbahaya dan bisa dimanfaatkan untuk kejahatan.

"Misalnya mengkombinasikan data telepon dari marketplace dengan data KTP dan KK, jelas ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Pratama menilai peristiwa ini juga harus menjadi peringatan bagi dukcapil agar bisa mengamankan data kependudukan.

Baca Juga: Federasi Jepang Guyur Batuan Dana untuk 71 Klub Terdampak COVID-19

"Perlu dipikirkan lebih jauh terkait pengamanan enkripsi pada data penduduk," ujar Pratama dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Sebelumnya, pada Kamis 21 Mei 2020 peretas mengklaim telah membobol 2,3 juta data warga Indonesia dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Informasi itu datang dari akun @underthebreach yang sebelumnya mengabarkan kebocoran data ecommerce Tokopedia di awal bulan ini.

"Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data itu termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya," cuit @underthebreach.

Tidak hanya itu, peretas juga mengklaim akan membocorkan 200 juta data lainnya.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X