Seba Baduy Diusulkan 30 Mei 2020, Jaro Saija Jamin Penerapan Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi

- 17 Mei 2020, 05:21 WIB
JARO Saija menjelaskan tentang agenda Seba Baduy saat ditemui di kediamanya di kawasan hak ulayat masyarakat Badui di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Sabtu, 6 Mei 2020.* /Mansyur/ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Tradisi tahunan Seba Baduy diusulkan tetap berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Tetua masyarakat Baduy Jaro Saija, mengusulkan pelaksanaannya 30 Mei 2020 ini, dengan diikuti 30 orang perwakilan.

Jaro Saija menjamin penerapan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga: 7 Cara Berbasis Sains untuk Mengurangi Kelaparan dan Nafsu Makan saat Diet

"Kami sangat memaklumi dengan kondisi pandemi virus corona atau COVID-19 dilarang berkerumun, namun dengan 30 perwakilan yang hadir bisa dilakukan jaga jarak sesuai protokol kesehatan itu," kata Jaro Saija, seperti dikutip dari Antara.

Di kediamanya di kawasan hak ulayat masyarakat Baduy di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu 16 Mei 2020, Jaro Saija menjelaskan Seba Baduy merupakan kewajiban.

loading...

Karena berdasarkan keputusan adat, bahkan ritual seba tersebut dilaksanakan sejak zaman kerajaan, termasuk kerajaan Islam yang dipimpin Sultan Hasanudin Banten.

Baca Juga: Setelah Berhasil Deteksi Kanker, Anjing Pelacak Kini Ditugaskan untuk Lacak OTG COVID-19

Kegiatan Seba Baduy itu merupakan bagian rukun adat setelah masyarakat Baduy Dalam melaksanakan Kawalu selama tiga bulan. Di mana pelaksanaan Kawalu itu, wisatawan dilarang untuk memasuki kawasan pemukiman Baduy Dalam.

Jaro Saija meminta "Ibu gede" atau Bupati Lebak Iti Octavia dan "Bapak gede" atau Gubernur Wahidin Halim dapat mengabulkan usulan kegiatan Seba Baduy yang digelar 30-31 Mei 2020.

Kegiatan "Seba Baduy" secara harfiah menyerahkan tradisi seserahan hasil bumi dan melaporkan berbagai kejadian yang telah berlangsung selama satu tahun terakhir di kawasan masyarakat Suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak.

Baca Juga: Imbas Kebijakan Lockdown, Terdata Tingkat Bunuh Diri di Jepang Turun 20 Persen di April 2020

Selain itu juga kegiatan "Seba Baduy" untuk menjalin silatuhrahmi dengan pemerintah agar kehidupan masyarakat aman, damai dan makmur.

"Kami berharap Seba Baduy bisa dilaksanakan dan dihadiri sebanyak 30 perwakilan terdiri dari tiga tangtu, tujuh dangka dan lembaga adat serta lembaga desa," katanya menjelaskan.

Menurut dia, surat pengusulan tradisi perayaan "Seba Baduy" sudah disampaikan ke sekretariat Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.

Baca Juga: Kerap Dijadikan Lintasan Ajang Balapan Liar, Polsek Gedebage Tutup Akses Area GBLA

Selama ini, masyarakat Badui tinggal menunggu kepastian pemerintah daerah untuk menggelar pelaksanaan "Seba Baduy".

Sebab, pelaksanaan tradisi seba itu merupakan bagian penting dan wajib dilaksanakan karena bagian keputusan adat itu.

"Meski dihadiri sebanyak 30 perwakilan itu tetap bisa dilaksanakan Seba Baduy di tengah pandemi COVID-19," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X