Jenazah ABK Indonesia Dilarung ke Laut, Anggota DPR Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan

- 8 Mei 2020, 17:29 WIB
Deretan kapal nelayan berbendera RRT bersandar di Pelabuhan Zhoushan, Zhejiang, RRT (17-9-2017).* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Beredarnya video yang memperlihatkan jenazah Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia dilarung ke laut saat bekerja di kapal asal Tiongkok membuat masyarakat Indonesia geram.

Awal mulanya, video tersebut diberitakan oleh salah satu media Korea Selatan sebelum akhirnya sampai ke Indonesia dan menjadi perbincangan hangat sejak Kamis dan Jumat 7 dan 8 Mei 2020.

Adanya kasus jenazah ABK yang dilarung ke laut ini membuat anggota DPR RI Muhammad Iqbal menyampaikan suaranya.

Baca Juga: Komunitas Jabar Bergerak Sukabumi Bagi-bagi Sembako kepada Korban PHK dan Warga Terdampak Covid-19

Dia berpendapat bahwa hal tersebut merupakan tragedi kemanusiaan dan menilai para ABK selama ini diperlakukan tidak manusiawi.

"Saya prihatin, berdukacita atas meninggalnya empat ABK bekerja di kapal perusahaan asal China, dan tiga di antaranya dilarungkan ke laut. Mereka dan belasan ABK Indonesia lainnya selama ini diperlakukan tidak manusiawi," kata Muhammad Iqbal dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat 8 Mei 2020.

Perlakuan yang diterima oleh ABK Indonesia anatara lain jam kerja yang panjang hingga dipaksa minum air laut yang disuling. Sementara ABK Tiongkok mendapatkan jatah minum air mineral botolan.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2021, Begini Keterangan Menpora Soal Persiapan dan Pandemi COVID-19

Atas kejadian tersebut, menurut Muhammad Iqbal, DPR mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk segera memulangkan 14 ABK Indonesia lainnya.

"Meminta pemilik kapal untuk memenuhi hak-hak yang terabaikan, seperti upah dan lainnya," katanya.

Tak hanya itu, DPR juga meminta Kemenlu untuk memanggil Duta Besar (Dubes) Tiongkok guna meminta penjelasan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X