Selasa, 2 Juni 2020

Angkat Ekonomi Petani Hutan, KLHK Gelar Pelatihan Pendampingan Perhutanan Sosial

- 27 April 2020, 13:55 WIB
MENTERI LHK Siti Nurbaya.* /Dok. KLHK

PIKIRAN RAKYAT - Untuk meningkatkan kompetensi dan ekonomi petani di tengah mewabahnya Covid-19 saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menggelar pelatihan pendampingan perhutanan sosial secara jarak jauh melalui dalam jaringan (daringonline). Sebanyak 3.000 peserta di seluruh Indonesia akan mengikuti e-learning tersebut.

Dalam keterangan resmi yang diterima dari KLHK RI pada Senin 27 April 2020, pelatihan tersebut berdurasi 25 jam pelajaran yang dilaksanakan selama 4 hari. Peserta pelatihan terbagi ke dalam 100 angkatan. Pelatihan ini digelar mulai 27 April 2020 hingga 18 Juni 2020. Pelatihan ini bertujuan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat yang terlibat di dalamnya secara berkesinambungan.

Baca Juga: 5 WNA asal India di Sleman Dinyatakan Positif COVID-19 Usai Jalani Swab Test

“Selain tetap mengoptimalkan langkah-langkah pengelolaan dan aktivitas program Perhutanan Sosial, pelatihan jarak jauh ini juga dapat mendorong penyadartahuan terhadap mitigasi dan pencegahan penularan Covid-19,” ucap Menteri LHK Siti Nurbaya.

Implementasi pelaksanaan pelatihan dengan sistem e-learning akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dengan dikoordinir oleh Pusdiklat SDM KLHK, Balai Diklat LHK seluruh Indonesia, dan Balai PSKL wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Di tengah Pandemi Covid-19, kata Siti, berbagai produk hasil petani hutan diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena mengandung banyak zat pendorong imunitas tubuh manusia yang diolah dari alam. Hasil-hasil dari kelompok Perhutanan Sosial atau KUPS sangat bermanfaat seperti madu, minyak kayu putih dan lain-lain untuk imunitas tubuh manusia.

Baca Juga: 13 Tenaga Medis dan 18 Lainnya Jalani Karantina Usai Satu Warga Pangandaran Positif Corona

“Produk-produk itu kita berikan kepada paramedis yang sedang bekerja keras untuk menangani Covid-19,” ungkap Siti.

Khusus wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, KLHK telah mengalokasikan 2.000 paket produk herbal. Jumlah paket yang telah disalurkan sebanyak 280 paket dan 1.720 paket akan segera didistribusikan ke rumah sakit rujukan pasien Corona, baik di DKI Jakarta dan sekitarnya maupun daerah lain, termasuk jurnalis peliput Covid-19 dan masyarakat terdampak Covid-19. 

Selain itu, telah dialokasikan 5.000 paket herbal di daerah dan 2.230 paket telah disalurkan di lima Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada masing- masing wilayahnya. Sisa paket produk herbal akan disalurkan kepada rumah sakit lainnya dan masyarakat bersamaan dengan penyaluran alat pelindung diri (APD) dan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga: Mobilitas Masih Tinggi di Tengah PSBB, Penutupan Jalan Perbatasan Cimahi Ditambah

Hingga 22 Maret 2020, telah ada 6.940 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang terdiri dari komoditas agroforestri (25%), buah-buahan (17%), wisata alam (11%), kayu-kayuan (13%), Kopi (8%), tanaman pangan (8%), madu (5%), aren (4%), hasil hutan bukan kayu lainnya (4%), rotan dan bambu (3%), serta kayu putih (1%).

Dengan pendampingan melalui program Perhutanan Sosial, produk para petani hutan tersebut kini sudah dikemas lebih modern dan melalui teknologi pengolahan yang memenuhi standar layak konsumsi. Produk juga telah diteliti secara ilmiah kandungan antioksidan dan berbagai zat yang membantu meningkatkan imunitas tubuh manusia dari serangan mikroorganisme penyebab penyakit.

Baca Juga: Menampilkan Jefri Nichol dan Aurora Ribero, Film 'Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi' Rilis

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X