DPR Menyayangkan Pemotongan Anggaran Sektor Pangan yang Cukup Signifikan

- 19 April 2020, 13:17 WIB
Ilustrasi Petani sedang memanen padi.* /Nurhandoko/

PIKIRAN RAKYAT - Anggota Komisi IX  DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menyayangkan pemotongan anggaran kementerian sektor pangan yang cukup signifikan.

Padahal, selain persoalan instrumen kesehatan yang menjadi perhatian lebih, sektor pangan mestinya menjadi prioritas penguatan. "Termasuk penguatan anggaran, bukan malah dipotong," kata Akmal dalam pernyataannya, Minggu 19 April 2020.

Akmal merangkum perubahan atau penyesuaian anggaran akibat adanya Peraturan Presiden (Perpres) No. 54/2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN tahun anggaran 2020.

Baca Juga: Cegah Covid-19 Meluas, UPI Larang Dosen dan Tenaga Pendidik Mudik

"Aturan  yang berdampak pada perubahan APBN mitra kerjanya, yakni Kementan berkurang dari Rp 21 triliun menjadi  Rp 17,4 triliun. Demikian pula Kementerian Kelautan dan Perikanan berkurang dari Rp 6,4 triliun  menjadi Rp 5,3  triliun, dan  KLHK berkurang dari Rp 9,3 triliun menjadi Rp 7,7 triliun," katanya.

Mestinya penghematan dari kementerian lain ini dapat memperkuat sektor kesehatan dan pangan. "Pemotongan uang cukup besar di sektor pangan (Kementan, KKP, dan LHK) ini belum ada persiapan solusi di masa datang. Padahal masalah kita ke depan adalah ketersediaan pangan setelah pandemi COVID-19", tukas Politisi PKS ini.

Dia memberi gambaran  pengurangan anggaran belanja Kementerian Pertanian yang semula Rp 21,06 triliun menjadi 17,44 triliun, tidak sebanding dengan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Tantang Para Pemain Wayang Orang Pentas Online

"Untuk penanganan COVID-19 dengan jumlah Rp 1,85 triliun, perlu dipertimbangkan lagi oleh pemerintah, pengurangan anggaran kementeraian pertanian," katanya.

Bahkan, Kementerian Pertanian jaman Amran pernah mengusulkan, APBN 2020 kementan sebesar  Rp 32,58 triliun. "Yakni untuk memperkuat diseminasi teknologi dan penyuluhan, pemanfaatan lahan rawa,  pengembangan ternak rakyat, dan program akselerasi ekspor," ujarnya. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X