Kartu Prakerja Ubah Konsep Jadi Pelatihan Online, Ekonom: Tidak Akan Relevan

- 12 April 2020, 14:17 WIB
ILUSTRASI kartu pra-kerja.*
ILUSTRASI kartu pra-kerja.* /Prakerja.go.id

PIKIRAN RAKYAT - Salah seorang Ekonom dari Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Bhima Yudhistirra Adhinegara beranggapan bahwa pemerintah dinilai kurang bijak dalam konsep program Kartu Prakerja. 

Pasalnya konsep yang digunakan adalah memberikan pelatihan keterampilan secara online, dan tidak ada jaminan usai melakukan pelatihan para peserta dapat pekerjaan. 

Menurut Bhima, konsep tersebut akan sangat tidak relevan jika diterapkan di tengah krisis ekonomi seperti sekarang ini. 

Baca Juga: Latihan Bareng Istri, Ini Manfaatnya Kata Pemain Persib Berdarah Jerman Kim Jeffrey

"Konsep diubah pelatihan secara online, masalahnya dalam kondisi krisis seperti sekarang, orang butuh uang, butuh makan, apakah bijak pemerintah memberikan pelatihan secara online? Tidak ada jaminan ketika telah dilatih, bisa dapat kerja," kata Bhima saat On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu 12 April 2020. 

Konsep pelatihan secara onlin,  ia katakan bisa diterapkan jika kondisi sedang tidak krisis. Sementara di tengah krisis, alangkah lebih bijak jika pemerintah langsung memberikan bantuan kepada masing-masing peserta.

"Kalau sekarang ini ga perlu ditingkatkan skill dulu, yang perlu di transfer aja uang ke masing-masing pekerja, sehingga bisa dipakai beli makan, cicil kredit, atau kebutuhan mendesak lainnya," kata Bhima.

Baca Juga: Membandel Langgar Edaran, Minimarket di Kota Cimahi Ditutup Paksa

Artikel ini sebelumnya telah tayang di PRFMNews.id dengan judul "Ekonom Nilai Kartu Prakerja Tidak Relevan Jika Pakai Konsep Pelatihan Online"

Halaman:

Editor: Yuni

Sumber: PRFM News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X