Kamis, 28 Mei 2020

Gamang, Pemerintah Dinilai Ambiggu dan Tak Konsisten Soal Mudik

- 7 April 2020, 20:44 WIB
PEMINAT Mudik Gratis Lebaran 2020 Kota Cimahi membludak.* /RIRIN NUR FEBRIANI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Wabah virus corona atau COVID-19, belum terlihat kapan akan berakhir.

Bahkan yang terjadi korban positif bahkan meninggal dunia, makin eskalatif, data terakhir mencapai 2.700-an orang positif COVID-19.

Bukan hanya di area Jakarta dan Bodetabek saja, tetapi telah melingkupi skala nasional, 34 provinsi.

Baca Juga: Pengamat Transportasi Prediksi Kebijakan Mudik Tahun 2020 Bisa Rugikan Perusahaan Otobus

"Namun ironisnya pemerintah gamang, ambigu, bahkan inkonsisten dalam upaya pengendalian COVID-19 setidaknya tecermin dalam menyikapi fenomena mudik Lebaran, Mei 2020," kata Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta, Selasa 7 April 2020.

Dikatakan, antarinstitusi pemerintah tidak nyambung bahkan kontradiksi, sekalipun antar institusi pemerintah pusat (kementerian).

Baca Juga: Terminal 2 Changi Singapura akan Ditutup hingga 1 Tahun Lebih

Apalagi antar pemerintah pusat dengan daerah. Pernyataan pejabat pemerintah pun saling bertabrakan.

Contoh, pernyataan blunder Fadjroel Rachman sebagai jubir Presiden, yang membolehkan mudik Lebaran; yang kemudian dianulir oleh Pratikno, Mensesneg. Atau bahkan Wapres Ma'ruf Amin menyatakan mudik haram, tetapi Presiden Jokowi menyatakan boleh.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X