Kamis, 28 Mei 2020

Ganjar Pranowo Genjot Jawa Tengah Produksi 35 Juta Masker Kain

- 7 April 2020, 07:00 WIB
Sejumlah Penerima Manfaat (Penyandang Disabilitas Fisik) dan pegawai Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta memproduksi masker kain di Solo, Jawa Tengah, Senin (6/4/2020). Balai tersebut terus memproduksi masker kain untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai upaya antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Maulana Surya/wsj. /Maulana Surya

PIKIRAN RAKYAT – Gubernur Ganjar Pranowo mencetuskan Gerakan 35 Juta Masker buatan tangan untuk Jateng.

Melalui Gerakan 35 Juta Masker , diharapkan dapat mendongkrak gertakan ekonomi di tengah pendemi corona. 

"Gerakan pemakaian masker secara massal sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.  Regulasi pemerintah pusat pun mewajibkan seluruh warga untuk mengenakan masker kain, untuk meredam persebaran wabah Covid-19," kata Ganjar usai memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Covid-19 di Gedung A Lantai 2, Senin, 6 April 2020.

Baca Juga: Permukaan Air Terus Meningkat, Warga Sekitar Waduk Jatigede Resah

Melalui Gerakan 35 Juta Masker ini, dia  ingin mendorong pemerintah kabupaten/kota untyuk  memproduksi masker kain besar-besaran, dengan melibatkan seluruh penjahit, pengusaha konveksi, balai latihan kerja, pedagang kain, dan desainer.

Masker kain ini nantinya bisa dijual atau dibagikan ke masyarakat. Adapun masker bedah diperuntukkan bagi tenaga medis

"Coba kita hitung kalau membuat 35 juta masker, ekonomi Jateng akan bergerak. Berapa jumlah BLK di Jateng, jadi usaha ibu-ibu PKK, konveksi, maupun yang tidak memiliki usaha. Kita nanti akan melihat ketika keluar, semua orang memakai masker buatan tangan sendiri dari kain," terangnya.

Baca Juga: Dampak Wabah Virus Corona, 3.206 Buruh Bogor dan Sekitarnya Dirumahkan

Sedangkan untuk jenis masker N95 dan masker bedah untuk tenaga medis. Mereka jangan sampai kekurangan.

Ganjar juga memerintahkan agar masyarakat menggunakan masker setiap keluar rumah. Selain itu, jaga jarak fisik minimal 1,5 meter juga harus dipertahankan.

"Dengan cara itu maka semua orang bisa saling melindungi dan memutus rantai wabah ini. Tolong dipatuhi," imbuhnya.

Baca Juga: Update Virus Corona di Dunia 7 April 2020, 50 Persen Kasus di Korea Selatan Telah Sembuh

Sementara korban pasien yang sembuh dan meninggal lebih banyak yang meninggal. Sampai Senin, 6 Maret 2020, sebanyak   120 kasus positif Covid-19 di Jateng. Dengan rincian, 88 kasus positif masih dirawat, sembuh 14 kasus, dan meninggal 18 kasus.

Sementara, ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 15.005 orang dan 457 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang masih dirawat di RS. ***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X