Kamis, 28 Mei 2020

Alih-alih Tarik Piutang Rp18,3 T untuk COVID-19, Pemerintah Pilih Berutang ke Bank Dunia

- 3 April 2020, 14:05 WIB
ILUSTRASI utang luar negeri Indonesia.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Langkah pemerintah melakukan pinjaman kepada bank dunia untuk penanganan penyebaran virus COVID-19 mengundang kritik dari anggota DPR RI komisi IV, Slamet.

Seharusnya, pemerintah lebih konsentrasi pada piutang yang dimiliki di perusahaan yang kena denda Karhutla 2019.

Baca Juga: Cegah Virus Corona, UIN SGD Ciptakan Hand Sanitizer dan Disinfectant Chamber Otomatis

Bank Dunia baru saja menyetujui pinjaman sebesar US$300 juta atau setara Rp4,95 triliun (berdasarkan kurs Rp16.500 per dolar AS) untuk Indonesia.

Pinjaman disetujui di tengah penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19,” ujar Slamet dalam pernyataannya, Jumat 3 April.

Baca Juga: Ingin Saingi TikTok, YouTube Dikabarkan Sedang Kerjakan Aplikasi Baru

Namun, DPR kurang setuju dengan langkah pinjaman tersebut. Ada langkah lain yang bisa dilakukan pemerintah selain meminjam pada bank dunia.

"Salah satunya denda bagi para perusak hutan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," katanya.

Baca Juga: 10 Ciri Kepribadian Terbaik dan Terburuk Zodiak Virgo

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X