Kemendikbud Realokasi Anggaran Rp 405 Miliar untuk Pencegahan Covid-19

- 29 Maret 2020, 10:20 WIB
ILUSTRASI COVID-19 /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian mulai melakukan realokasi anggaran untuk penanganan covid-19. Setelah Kementerian Riset dan Teknologi melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 20 miliar, kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga melakukan langkah serupa.

Kemendikbud melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 405 miliar untuk upaya pencegahan covid-19. Anggaran yang direalokasi itu berasal dari anggaran untuk perjalanan dinas serta rapat koordinasi.

Realokasi anggaran itu juga telah mendapatkan persetujuan dari Komisi X DPR RI dalam rapat kerja dengan Kemendikbud melalui video conference, Jumat 27 Maret 2020 lalu.

Baca Juga: Lockdown Jabodetabek Disarankan DPR , 6 Langkah Ini Harus Diterapkan Selama Isolasi karena Corona

Rencana realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 dibagi menjadi empat kegiatan utama, yaitu (1) Edukasi Covid-19 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 60 miliar dan (2) Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Rumah Sakit Pendidikan dengan alokasi anggaran Rp 250 miliar.

Untuk yang (3) Pelaksanaan 150.000 Rapid Test di lima Rumah Sakit Pendidikan dengan alokasi anggaran Rp 90 miliar dan (4) Pengadaan bahan habis pakai untuk komunikasi informasi dan edukasi (KIE), triase, pelacakan dan pengujian dengan alokasi anggaran Rp 5 miliar di Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran yang ditunjuk.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, sumber realokasi anggaran dilakukan dengan menyisir  kegiatan dari setiap unit utama/program di lingkungan Kemendikbud. "Anggaran seperti perjalanan dinas ataupun rakor-rakor dengan banyak orang yang tidak mungkin dilakukan di saat-saat seperti ini," ujarnya.

Baca Juga: Pakar: Kami Yakin Anjing Bisa Deteksi Virus Corona pada Manusia

Ia menambahkan, realokasi anggaran dilakukan untuk program penguatan kapasitas 13 Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan 13 Fakultas Kedokteran (FK) untuk menjadi Test Center Covid-19.  Di rumah sakit tersebut, ditargetkan bisa dilakukan tes hingga 7.600 sampel per hari. Rumah sakit tersebut diharapkannya mampu menangani pasien Covid-19 sesuai kapasitas yang ada.

Daftar Rumah Sakit Pendidikan yang segera melakukan penanganan Covid-19 di antaranya 7 RSP Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), yaitu Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Sumatra Utara.

Dan, 6 PTN Non-Badan Hukum, yaitu Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Sebelas Maret, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Udayana.

Baca Juga: Jadi Perlintasan, Isolasi Kota Cimahi Tengah Dikaji Guna Cegah Corona

Adapun 13 Fakultas Kedokteran yang segera aktif mendukung penanganan Covid-19, yaitu Universitas Bengkulu, Universitas Jember, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Lampung, Universitas Mulawarman, Universitas Palangkaraya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Tadulako.

Ia menambahkan, Kemendikbud juga menyiapkan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMP) serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) untuk segera bisa menjadi ruang-ruang penampungan dan isolasi. Ruang-ruang yang berada di kedua lembaga tersebut dikatakannya bisa menampung hingga 11.000 pasien.

Baca Juga: Suaminya Kerap Terbang di Tengah Pandemi Virus Corona, Fitri Carlina: Itu yang Paling Berat Buat Aku

BOS dan BOP

Sementara itu, Kementerian Agama mengizinkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Raudlatul Athfal (RA) untuk upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Surat edarannya terbit 27 Maret 2020.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A Umar mengatakan, Kemenag telah menerbitkan surat edaran untuk Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia mengenai pengaturan Penggunaan Dana BOP RA dan BOS Madrasah dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 di lingkungan RA dan Madrasah.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Siapkan Rapid Tes Massal Covid-19, Pesertanya Warga yang Sudah Daftar Lewat Pikobar

"SE mengatur bahwa pembelian atau sewa sarana, perlengkapan, peralatan, atau pelaksanaan kegiatan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 diperbolehkan," katanya.

Dana itu, kata Umar, juga boleh digunakan untuk pembelian atau sewa sarana, perlengkapan, peralatan yang diperlukan untuk mendukung proses belajar-mengajar, baik di madrasah maupun di rumah. Contohnya seperti penambahan alokasi kuota internet bagi RA dan madrasah yang memakai fixed-modem atau paket internet lainnya yang dapat menunjang pembelajaran jarak jauh. Termasuk juga untuk pembelian/sewa Mobile Modem (termasuk kuota internet) berupa USB Modem atau paket data yang diperuntukan bagi guru dengan dengan jumlah modem dan paket data internet sesuai dengan kebutuhan.

"Juga pembelian laptop atau Personal Computer (PC) sebatas untuk keperluan server e-learning yang diimplementasikan oleh madrasah," katanya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X