Sabtu, 28 Maret 2020

Anggaran Rp 20 Miliar Direlokasi ke Konsorsium Covid-19, Ini Tiga Kegiatan yang Dikerjakan

- 26 Maret 2020, 15:44 WIB
ILUSTRASI Corona, COVID-19.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Riset dan Teknologi membentuk Konsorsium Pencegahan Covid-19. Anggaran belanja dinas Kemristek sebesar Rp 20 miliar direalokasi untuk mendanai konsorsium tersebut.

Menristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, konsorsium itu terdiri dari lembaga yang ada di bawah naungan Kemristek (LIPI, BPPT, Batan, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Lapan) serta Perguruan Tinggi (ITB, IPB, UI, Unair dan UGM). Ada tiga kegiatan yang dikerjakan konsorsium, meliputi kegiatan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Saat ini, kegiatan diprioritaskan kepada jangka pendek. Menurutnya, prioritas jangka pendek fokus kepada penelitian dan kajian sistemik terhadap berbagai aspek dari Covid-19.

Baca Juga: Tak Tutup Usaha meski Positif Virus Corona, Pemilik Salon Dituntut Pasal Pembunuhan

Salah satu penelitian yang disorotnya adalah mengenai penelitian buah jambu biji oleh LIPI dan PT.

"Ini diperkirakan salah satu bahan terbaik konsumsi manusia untuk daya tahan tubuh menghadapi Covid-19," ujarnya pada saat konferensi pers video, Kamis 26 Maret 2020.

Prioritas jangka pendek juga mencakup pengembangan alat pelindung diri, seperti masker, sanitizer dan tenda sterilisasi virus corona. Beberapa PT dan Lembaga di bawah Kemristek dikatakannya sudah terlibat dalam penelitian APD itu.

Baca Juga: Upaya Pencegahan, Persib Lakukan Tes Virus Corona untuk 4 Pemain

Ia juga menyoroti pengembangan prototype airborne sterilizer yang sudah dibuat oleh ITB dan LIPI.

loading...

"Kami harapkan prototype itu bisa diproduksi lebih besar dan diberikan ke tempat yang lebih membutuhkan. Ini jangka pendeknya," ujar dia.  

Terkait dengan airborne sterilizer ini, Bambang mengatakan, akan mengkonsultasikan lebih lanjut dengan BNPB. Utamanya untuk memastikan tempat publik yang akan membutuhkannya.

Baca Juga: Potret Jokowi Selama di Rumah Duka, Ditemani Erick Thohir hingga Kenakan Masker saat Antar Jenazah

"Tentunya ini sesuai dengan kebutuhan. Kami juga tidak ingin membebani dengan kebutuhan biaya yang besar (untuk disinfektan chamber) yang Rp 10 juta ke atas," tuturnya.

Prioritas kedua dari konsorsium Covid-19 adalah prioritas jangka menengah. Fokusnya adalah kepada pengembangan dan pengkajian rapid tes kit untuk Covid-19, baik untuk deteksi awal maupun deteksi akhir. Selain itu, dikembangkan juga suplemen, multivitamin dan modulator ketahanan tubuh dari berbagai tanaman Indonesia.

"Adapun prioritas ketiga dari konsorsium Covid-19 adalah prioritas jangka panjang yang berfokus kepada pengkajian dan pengembangan obat serta vaksin, termasuk avigan, chloroquin, kina dan sebagainya," ujar dia.

Baca Juga: Persib Jalani Tes Proaktif Gelombang Kedua, Ternyata Hasilnya Bukan untuk Tes Corona Saja

Bambang menambahkan, target-target tersebut akan dicapai oleh Tim Konsorsium Covid-19 dengan pendanaan khusus dalam koordinasi Kemristek/BRIN.

"Dana Rp 20 miliar itu nantinya untuk penelitian test kit, suplemen, obat, kemudian juga untuk vaksin, di samping kajian epidemologi," katanya.

Bambang mengatakan, ada kegiatan lainnya yang akan dilakukan oleh Kemristek, yakni membantu masyarakat dan instansi kesehatan melalui BNPB sebagai pimpinan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Hal itu adalah memberikan bantuan berupa hand sanitizer produksi BPPT dan LIPI.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X