Pulang dari Jakarta, Anak 4 Tahun Positif Corona dan Diisolasi di RSUD Cilacap

- 26 Maret 2020, 14:15 WIB
TABUNG tes darah dengan label keterangan positif 2019-nCoV atau virus corona COVID-19.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT – Seorang balita berjenis kelamin laki-laki berusia 4 tahun positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Pasien  dan orangtuanya berdomisili di Desa Bulupayung Kecamatan Kesugih Kabuparen Cilacap Jawa Tengah memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap Farid Ma'ruf mengatakan, pasien dan orang tuanya memeiliki riwayat perjalanan  Jakarta-Cilacap.  Sedangkan kedua orangtua beralamat di Purbalingga.  

Baca Juga: Hina Program Karantina Pemerintah di WhatsApp, Pria Malaysia Kena Denda Rp 186 Juta

"Berdasarkan hasil tes swab, pasien corona positif, saat ini dia diisolasi di RSUD Cilacap dan  kondisi kesehatannya  stabil," kata Farid Kamis, 26 Maret 2020.

Pihaknya juga sudah  menerapkan karantina bagi yang pernah kontak dengan pasien.

Farid menjelaskan pasien dan orangtuanya memiliki memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta pada 5 Maret, dan ke Desa Bulupayung di rumah nenek.

Baca Juga: Simak Tiga Tips Memilih Kamera Thermal yang Bisa Deteksi Dini Virus Corona

Sejak dari Jakarta pasien sudah mengalami demam. Sehingga pada 16 Maret dibawa ke RSUD Cilacap untuk perawatan, sekaligus diambil sampel swab dan dinyatakan sembug sehingga pulang.

 Pada Rabu, hasil laboratorium dari Jakarta keluar, dan pada pukul 17.00 WIB, pasien dikonfirmasi positif covid 19 sehingga kembali dibawa ke RSUD Cilacap untuk diisolasi di RSUD Cilacap, dan ditangani khusus oleh tim penanganan Covid-19.

"Pasien dijemput oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan RSUD Cilacap dengan menggunakan ambulans 119 PSC (Publik Safety Center). Petugas medis menggunakan APD sesuai SOP penanganan Covid-19," tambahnya.

Baca Juga: Inilah Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19 Beragama Katolik

Keluarga juga sudah dilakukan tracking yang pernah berhubungan dengan pasien. "Kami sudah  menerapkan karantina bagi yang pernah kontak dengan pasien," tambahnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamudji  berharap agar masyarakat tetap tenang, dan tidak panik serta tetap waspada. Selain itu juga harus melaksanakan himbauan dari pemerintah, untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

"Hindari kerumunan, jaga jarak, menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan. Serta segera memeriksakan diri ketika ada gejala-gejala terpapar virus corona," paparnya.

Baca Juga: Imbas Corona, Apple Kemungkinan Tak Akan Luncurkan iPhone 12 Jaringan 5G Tahun Ini

Jumlah ODP di Cilacap pada Rabu  total 123,  Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 21 orang Pasien PDP, dengan 9 orang dinyatakan negatif, satu orang positif, dan 11 orang masih menunggu hasil lab. Dari 21 PDP, dua diantaranya sudah meninggal dunia, dan hasil lab keduanya belum keluar.

Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto hingga Rabu menangani delapan PDP, salah seorang di antaranya positif COVID-19.

Baca Juga: Wander Luiz Akui Jeda Kompetisi akibat COVID-19 Rugikan Persib Bandung

Kondisi menurun

Sementara Direktur RSMS Purwokerto dr. Tri Kuncoro, M.M.R. mengatakan kondisi pasien PDP yang positif COVID-19   sekarang cenderung menurun.

PDP yang positif COVID-19 tersebut merupakan warga Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, yang datang ke RSMS Purwokerto pada 14 Maret 2020, pukul 12.05 WIB, atas inisiatif sendiri

“Pasien memiliki riwayat perjalanan Solo dan berlanjut ke  Ungaran  Kabupaten Ungaran," tambahnya.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X