Kelompok Peneliti Poly Network Minta Otoritas Berhati-hati dalam Ungkapkan Tingkat Kematian Covid-19

- 26 Maret 2020, 12:55 WIB
ILUSTRASI COVID-19, Corona.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT – Poly Network (PN) meminta pemerintah tidak mempublikasikan tingkat fatalitas Covid-19. 

Jaringan itu terdiri dari kelompok peneliti Jaringan Sosial Kualitatif oleh sekelompok akademisi antropologi,  peneliti sosial politik, dan praktisi teknologi informasi independen nonpartisan.

Direktur PN, Johan Neesken, berpendapat bahwa Ratio seperti CFR/Fatality Rate, maupun Death Rate sebaiknya tidak di-publish oleh lembaga publik.  

Infografis Covid-19 yang di-release oleh Gugas covid19.go.id mem-publish Case Fatality Rate (CFR), berpotensi menimbulkan mislead dan dapat disalahtafsirkan untuk kepentingan-kepentingan yang tidak menguntungkan percepatan penanganan wabah. 

 Baca Juga: Dukung BNPB Tangani Virus Corona (Covid-19), Chandra Asri Donasikan Alat Kesehatan

"Publikasi CFR Sesuatu yang tidak dilakukan oleh lembaga official seperti WHO dan CDC US," kata dia dalam siaran pers, Kamis, 26 Maret 2020. 

Lebih jauh, Johan mengatakan,  kemungkinan seseorang yang terinfeksi Covid-19 meninggal karenanya memang sejumlah metrik memungkinkan untuk mendapatkan perspektif tentang risiko kematian ini.

Namun, untuk memahami metrik ini, perlu memahami definisi mereka dan tantangan dalam mengukurnya.  

 Baca Juga: Kasus PDP COVID-19 di Bali yang Kabur Jadi Viral, Nana Mirdad Sebut Mereka Diperlakukan Tak Adil

"Sebagian besar diskusi terkini tentang risiko kematian Covid-19 fokus pada CFR. Dalam kasus terburuk, banyak yang menyesatkan bahwa CFR memberikan jawaban untuk pertanyaan di atas. Meskipun ini adalah metrik yang relevan, CFR sebenarnya tidak memberi tahu kita risiko kematian orang yang terinfeksi," kata dia. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X