Bukan 2024, Dosen di Singapura Ungkap Waktu Ibu Kota Indonesia Bisa Pindah

- 25 Januari 2022, 11:02 WIB
Rancangan ibu kota baru Indonesia, Nusantara.
Rancangan ibu kota baru Indonesia, Nusantara. /Instagram/@Jokowi

PIKIRAN RAKYAT - Dosen dari Nanyang Technology University (NTU), Singapura, Profesor Sulfikar Amir menyebutkan waktu yang idela untuk ibu kota Indonesia bisa dipindahkan.

Pada pidato Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu, orang nomor satu di Indonesia itu menyebutkan jika pada 2024 ibu kota Indonesia sudah bisa dipindahkan.

Sejumlah wilayah disebutkan menjadi calon ibu kota baru Indonesia dari Jonggol hingga ke Kalimantan Tengah.

Namun, pada akhirnya pemerintah memilih Kalimantan Timur, tepatnya di Penajam Paser Utara (PPU) sebagai lokasi ibu kota baru.

Baca Juga: Kim Hawt Klarifikasi Tentang Kisah Asmara dengan Reza Rahadian: Gue Gak Munafik, Memang Begitu Adanya

Meskipun telah ditentukan lokasi untuk ibu kota yang baru, menurut Sulfikar Amir tidak mungkin pada 2024 pemindahan pusat pemerintahan tersebut tidak mungkin bisa diselesaikan.

"Mungkin pada 2045 baru bisa dipindahkan setelah proses pembangunan selama 10-12 tahun. Prosesnya harus dilakukan secara lebih kritis dan matang, sehingga hasilnya pun akan lebih baik," kata Sulfikar Amir dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Refly Harun.

Pernyataan tersebut diberikan Sulfikar Amir dengan melihat sejumlah proses pemindahan yang harus dilakukan ketika pembangunan gedung-gedung di ibu kota baru telah rampung.

Pasalnya, ketika bangunan telah usai, pemerintah perlu memindahkan ASN dan lainnya yang berjumlah tidak sedikit.

Halaman:

Editor: Christina Kasih Nugrahaeni

Sumber: YouTube Refly Harun

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network