Jumat, 5 Juni 2020

Balai Diklat dan Hotel Milik Pemprov Disiapkan untuk Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Jawa Tengah

- 25 Maret 2020, 06:55 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo.* /

PIKIRAN RAKYAT - Pemprov Jawa Tengah terus berupaya   menekan angka penularan Covid-19. Berbagai skenario telah disiapkan, termasuk langkah yang akan diambil jika keadaan makin memburuk.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya mempersiapkan balai diklat dan hotel milik Pemprov Jateng sebagai ruang isolasi darurat untuk pasien Covid-19.

"Kalau kondisi memburuk, kami sudah menyiapkan beberapa tempat seperti balai diklat atau hotel milik kami sebagai ruang isolasi. Kamarnya lumayan banyak, sehingga bisa disiapkan untuk itu," kata Ganjar seusai rapat terbatas melalui video conference dengan Presiden Joko Widodo di rumah dinas Puri Gedeh, Selasa, 24 Maret 2020.

Baca Juga: KD Dikritik karena Pelesiran ke Luar Negeri, Raul Lemos: Saya yang Harus Disalahkan

Selain itu, dukungan beberapa rumah sakit swasta juga telah dipersiapkan.

Meski tidak memiliki ruang isolasi banyak, namun bantuan dari rumah sakit swasta itu diharapkan mampu menanggulangi wabah ini.

Mengadapi pendemo corona,  Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan Rp 100 miliar untuk kebutuhan di sektor kesehatan.

Baca Juga: PDIP : Penanganan Covid-19 Harus Lebih Cepat dan Terintegrasi

"Sebenarnya anggaran itu juga menurut saya masih terlalu kecil. Sementara untuk social safety net, sedang kami siapkan. Kami minta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penghitungan," pungkasnya," terang Gubernur.

Saat ini Pemprov sudah menyiapkan rumah sakit lini satu sebanyak 13 unit , kemudian lini dua 45 unit serta lini tiga adalah sisanya. Beberapa rintisan rumah sakit di Solo dan Brebes juga segara disiapkan untuk penanganan pasien confid 19. 

Selain berbagai upaya tindakan preventif supaya tidak semua tertular dan lari ke rumah sakit.  "Sebab hal itu akan  memberatkan dan rumah sakit tidak akan mampu," terangnya.

Baca Juga: Update Virus Corona di Dunia 25 Maret 2020, Kasus Baru Terbanyak Tercatat di Amerika Serikat

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memanfaatkan aset milik dua lembaga negara itu sebagai ruang isolasi.

"Bahkan sekarang saya sudah meminta BPBD untuk mendata, berapa jumlah tenda yang kita punya. Kami sudah mengantisipasi sampai sedetail itu sambil terus berusaha melakukan langkah-langkah preventif," imbuhnya.

Ia berharap skenario buruk itu tidak sampai terjadi. Untuk itu, semua cara dalam rangka menekan persebaran Covid-19 harus dilakukan seoptimal mungkin. 

Baca Juga: Kenali 4 Hal yang Dilakukan Pria Jika Ia Benar-benar Mencintaimu

"Sudah saya  perintahkan seluruh bupati/wali kota, camat, lurah hingga RT/RW gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar warga tetap tinggal di rumah," tandasnya.

Relokasi dan Realokasi Angaran

Ganjar mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk menghitung dampak sosial akibat virus corona.  Pemerintah daerah juga disarankan untuk melakukan relokasi dan realokasi anggaran yang ada.

"Sesuai arahan presiden sejumlah anggaran yang tidak mendesak, harus diarahkan pada kepentingan penanganan corona," tambahnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X