Jumat, 5 Juni 2020

Produksi Sendiri, RSUD Dr Moewardi Surakarta Siap Memasok Kebutuhan APD untuk Tangani Pasien Covid-19 RS Lain

- 23 Maret 2020, 18:47 WIB
RSUD Dr Moewardi Solo, telah memproduksi APD tenaga medis sendiri.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Tenaga medis  RSUD dr Moewardi Surakarta, Jateng, mampu  memproduksi alat pelindung (APD) sendiri dalam menangani pasien terkonfirmasi Covid-19.

Bahkan rumah sakit tersebut siap mensuplai kebutuham APD rumah sakit lainnya.

Dengan menggunakan bahan standar APD buatan pabrik, yakni Polypropylene Spundbound. RSUD rujukan pasien corona tersebut mampu memproduksi 200-250 pak APD per hari.

Baca Juga: 5 Ide Resep Masker Berbahan Dasar Kunyit, Bisa Atasi Berbagai Permasalahan Kulit

"APD bikinan sendiri itu digunakan untuk keperluan pribadi rumah sakit," kata Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Moewardi, Bambang SW.

Ide pembuatan APD tersebut berawal dari kesulitannya mencari APD di pabrikan.

Dengan makin bertambahnya pasien corona yang dirujuk di  RSUD Moewardi jumlah kebutuhan meningkat sehingga tenaga medis mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan baju pelindung terhadap penularan virus corona.

Petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.


Pihaknya kemudian mencari bahan apa yang digunakan pabrikan untuk membuat APD itu.

"Ternyata bahannya ada. Kemudian kami beli dan kami jahit sendiri. Hasilnya ternyata bagus dan sesuai standar. Kalau rumah sakit lain membutuhkan, kami juga siap membantu. Kalau ada yang mau belajar membuatnya, kami juga siap mengajari," kata Bambang.

Meski dibuat sendiri, namun standar dan prosedur keamanan tetap diterapkan. Sebelum dibuat, para penjahit juga sudah dipastikan dalam kondisi sehat, bersih dan melakukan cuci tangan.

"Semua standarnya kami lakukan, untuk hasil yang baik," imbuh Bambang.

Baca Juga: Pekan ini Rumah Sakit Paru Jatisari Bisa Digunakan Tangani PDP Covid-19 di Karawang

Untuk harganya, Bambang mengatakan proses pembuatan satu APD hanya menghabiskan biaya Rp 50.000. Adapun jika membeli APD buatan pabrik, harganya mencapai Rp 150.000 per pak.

"Selain mahal, juga sulit mencarinya. Maka dengan kami berhasil membuat APD sendiri, ini akan mampu mengatasi persoalan yang ada," pungkas Bambang.

Inovasi yang dilakukan RSUD dr Moewardi ini diapresiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan terpecahkannya masalah kekurangan APD yang sempat dikeluhkan banyak rumah sakit, kini pihaknya sedang berusaha mencari terobosan baru dalam rangka pemenuhan masker.

Baca Juga: Hadapi Pandemi Covid-19, Kemenparekraf Siapkan Jaringan Hotel, Wishnutama : Jika Diperlukan Bisa Dijadikan Lokasi Isolasi Mandiri

Untuk persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara membuatnya sehingga dapat dipenuhi.

APD ini sulit dicari, bahkan di beberapa daerah ada yang teriak-teriak kekurangan APD sampai pakai mantel.

RSUD dr Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreativitas dengan membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah. "Silakan rumah sakit di seluruh Jateng koordinasi dengan Dinkes Jateng apabila kekurangan APD atau ada yang ingin belajar membuatnya sendiri juga boleh, datang langsung ke Moewardi," kata Ganjar di Kantor Dinas Kesehatan Jateng, Senin, 23 Maret 2020.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X