Salat Jumat Berjamaah Ditiadakan, Imam Besar Masjid Istiqlal Beberkan Alasannya

- 20 Maret 2020, 09:17 WIB
IMAM Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Jadi darurat nasional, corona telah mengubah berbagai aktivitas termasuk aktivitas peribadatan umat muslim.

Setelah fatwa dari MUI dan berbagai imbauan dari ulama besar di Indonesia, kini Imam Besar Masjid Istiqlal, Nazaruddin Umar, menyampaikan tidak ada salat Jumat berjamaah di Istiqlal.

Nazaruddin Umar memaparkan beberapa alasan untuk meniadakan salat Jumat berjamaah di masjid dan menggantinya dengan salat zuhur masing-masing di rumah yang salah satunya adalah mencegah kemudaratan.

Baca Juga: Divonis Positif Virus Corona, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto Ungkap Gejala yang Dirasakannya

Nazarudin dalam Konferensi Pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, Jumat 20 Maret 2020, mengatakan alasan objektif meniadakan salat Jumat dikarenakan sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menghindari kerumunan guna mencegahnya penyebaran virus corona baru COVID-19.

Selain itu, Nazarudin juga mengatakan alasan lainnya sudah ada imbauan dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembatasan interaksi sosial dan juga imbauan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniadakan shalat Jumat berjamaah selama dua pekan.

Baca Juga: Karena Corona, Din Syamsudin: Ganti Salat Jumat dengan Zuhur, Berjamaahlah di Rumah Masing-masing

"Kita sebagai umat beragama tidak ada hal lain selain mengikuti ulama dan umara (pemerintah, red) kita," kata Nazarudin.

Selain itu pihak Masjid Istiqlal, kata Nazaruddin juga mempelajari dan mempertimbangkan kondisi-kondisi penyebaran virus yang begitu cepat di luar negeri seperti di Iran, Korea Selatan, dan Italia yang kondisinya disebut sangat memprihatinkan.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X