Selasa, 26 Mei 2020

Pemerintah Siapkan Sejumlah Langkah untuk Jaga Produktivitas dan Daya Beli Masyarakat

- 16 Maret 2020, 16:11 WIB
WARGA berbelanja di salahsatu kios pedagang bawang putih di Pasar Induk, Cianjur, belum lama ini. * /Shofira Hanan/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Dalam rapat melalui telekonferensi Kabinet Indonesia Maju pada Senin, 16 Maret 2020, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar penggunaan anggaran kerja kementerian dapat turut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi global virus corona.

Salah satunya dilakukan dengan menahan alokasi anggaran bagi kegiatan-kegiatan perjalanan dinas maupun pertemuan-pertemuan yang tentunya harus dikurangi di saat adanya wabah tersebut.

Baca Juga: Setelah Terasering Panyaweuyan Majalengka, Wisata Alam Baru Lainnya Bermunculan, Kerusakan Hutan Disorot

"Anggaran-anggaran yang berkaitan dengan paket-paket perjalanan dinas dan pertemuan-pertemuan yang tidak perlu ini agar ditahan terlebih dahulu, sehingga anggaran yang ada itu diarahkan sebesar-besarnya untuk menolong masyarakat, buruh, petani, nelayan, pekerja, dan usaha mikro dan kecil," ujarnya.

Presiden menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, terdapat alokasi anggaran sebesar kurang lebih Rp 40 triliun dari paket-paket perjalanan tersebut, yang nantinya dapat diarahkan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendasar.

Baca Juga: Persib Dikejutkan Gol Kilat PSS, Castillion dan Luiz Jadi Jembatan Ambisi Robert Albert

"Ini ada kurang lebih Rp 40-an triliun yang segera nantinya bisa dialirkan untuk program-program yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat, yang berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, baik itu petani, nelayan, pekerja, buruh, usaha mikro dan kecil (UKM). Saya kira arahnya ke situ," tutur Presiden.

Selain itu, program dana desa yang telah berjalan beberapa tahun belakangan juga diminta oleh Presiden agar menjadi salah satu instrumen pendukung dalam menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Fisip Unpas Berikan Bantuan Alat-alat Produksi dan Pelatihan bagi UKM di Desa Wanasari Pangalengan

Salah satunya, yakni dengan memprioritaskan anggaran dana desa sebesar Rp72 triliun bagi program-program padat karya atau produktif di desa-desa.

"Kemudian yang berkaitan dengan PKH (Program Keluarga Harapan) tahap kedua, tolong ini juga menyangkut uang yang besar agar bisa segera dimulai dan kalau bisa tolong juga dilihat, apakah ada kemungkinan Menteri Keuangan menambah besaran dari PKH ini sehingga akan memperkuat daya beli masyarakat," imbuhnya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X