Selasa, 31 Maret 2020

Belajar dari Tragedi Nuklir Fukushima 9 Tahun Lalu, Greenpeace Desak Pemerintah Indonesia Tak Gunakan PLTN

- 11 Maret 2020, 15:46 WIB
GREENPEACE desak Pemerintah Indonesia tinggalkan energi nuklir untuk tenaga listrik.* /pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Tragedi meledaknya reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, Jepang akibat gempa bumi dan tsunami sudah melewati tahun kesembilan pada Rabu 11 Maret 2020 ini.

Insiden nuklir paling buruk sejak Chernobyl tahun 1986 ini kembali diperingati oleh pemerintah dan seluruh warga Jepang setiap tahunnya.

Namun, peringatan tahun ini diperkecil skalanya lantaran wabah virus corona COVID-19 masih terus merebak bahkan semakin parah.

Baca Juga: Tommy Soeharto Sulap Pabrik Mobil di Cikampek Menjadi Pasar Induk Terpadu

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari New York Times, Perdana Menteri Shinzo Abe akan memimpin peringatan kecil sore ini dan mengheningkan cipta pada detik-detik terjadinya tsunami tahun 2011.

loading...

Beberapa hari sebelumnya, Pemerintah Jepang telah mengumumkan bahwa wilayah sekitar PLTN Fukushima yang terpapar radiasi sudah mulai dapat dihuni kembali.

Namun, penduduk wilayah itu tak mau segera kembali meski Pemerintah Jepang mengaku telah melakukan dekontaminasi. Sebuah laporan yang dibuat LSM lingkungan, Greenpeace pun menyatakan wilayah tersebut masih belum aman.

Baca Juga: Bantuan Sosial Pangan Naik Menjadi Rp 200.000, Dodo : Untuk Meningkatkan Daya Beli Masyarakat yang Mulai Melambat

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Greenpeace, mereka menemukan bahwa radiasi kembali mengontaminasi wilayah itu karena dua topan yang terjadi pada tahun 2019.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: New York Times, Green Peace

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X