Tuntutan Hukuman Mati Jaksa ke Herry Wirawan Miliki Dasar Kuat, Dimungkinkan Undang-Undang

- 14 Januari 2022, 21:01 WIB
Ilustrasi hukuman mati. Kemen PPPA menilai tuntutan hukuman mati terhadap Herry Wirawan oleh Jaksa memiliki dasar kuat yang dimungkinkan oleh Undang-Undang.
Ilustrasi hukuman mati. Kemen PPPA menilai tuntutan hukuman mati terhadap Herry Wirawan oleh Jaksa memiliki dasar kuat yang dimungkinkan oleh Undang-Undang. /Pixabay/kalhh

PIKIRAN RAKYAT - Nama predator seks Herry Wirawan menjadi sorotan belakangan ini lantaran telah memerkosa 13 anak didiknya di Madani Biarding School, Cibiru, Bandung, hingga beberapa orang korban hamil dan melahirkan.

Atas perbuatan Herry Wirawan tersebut, dalam sidang yang dilaksanakan tertutup di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, jaksa menuntut predator seks tersebut mendapat hukuman mati guna menjadi efek jera.

Pelbagai pihak mengomentari tuntutan hukuman mati yang disampaikan oleh jaksa terhadap predator seks Herry Wirawan, tak sedikit pihak yang tak setuju dengan tuntutan tersebut, salah satunya Komnas HAM.

Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mohammad Choirul Anam menyebut, pihaknya selalu menolak setiap ancaman hukuman mati.

Baca Juga: Susah-Susah Ditutupi, Ayah Lesti Kejora Tak Sengaja Ungkap Rahasia Baby L, Apa Itu?

“Untuk setiap ancaman hukuman mati, Komnas HAM selalu bersikap menolak,” kata dia, Kamis 13 Januari 2022.

Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Nahar menyebut pemberian hukuman mati terhadap pelaku kekerasan sesual memiliki dasar yang kuat.

Pasalnya pemberian hukuman mati terhadap pelaku kekerasan seksual dimungkinkan oleh Undang-Undang.

"Di Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 khususnya Pasal 81 Ayat 5 dimungkinkan diberikan pidana mati," ujarnya, Jumat 14 Januari 2022.

Halaman:

Editor: Irwan Suherman


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network