Jumat, 5 Juni 2020

Agar Berita yang Diserap Masyarakat Tak Simpang Siur, Netty: Pemerintah Harus Beri Informasi Reguler Soal Corona

- 3 Maret 2020, 16:12 WIB
ILUSTRASI wabah virus corona.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani mendesak pemerintah untuk menyampaikan informasi terkait penanganan corona secara reguler.

Hal ini dilakukan agar informasi yang beredar di publik tak simpang siur. Apalagi setelah pemerintah mengkonfirmasi adanya dua WNI yang terinfeksi corona di dalam negeri.

Ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa 3 Maret 2020, Netty menyebut kalau selama ini masyarakat mencari informasi sendiri-sendiri dari berbagai sumber yang belum tentu kebenarannya dan pertanggung jawabannya.

Baca Juga: Jangan Panik, Stres terhadap Isu Penyebaran Virus Corona Malah Memicu Daya Tahan Tubuh Turun dan Mudah Sakit

Di kondisi seperti ini, mestinya pemerintah tampil ke depan agar situasi tak semakin kacau.

"Bisa melalui berbagai platform agar informasi yang diterima publik benar, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Netty.

Politisi PKS ini juga mengingatkan agar informasi yang disampaikan komprehensif. Misalnya, sampai di mana posisi pasien atau warga negara yang terjangkir Corona ini, hingga langkah apa saja yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanganan.

Baca Juga: Mulai Fokus untuk Menghadapi Arema, Pelatih Persib Robert Rene Alberts Soroti juga Keamanan Tim dari Teror

"Ini kan akan membungkam informasi yang tidak benar. Jadi sampaikan juga kesiapan pemerintah dalam menangani kasus ini," ucap dia.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, pemerintah saat ini punya 100 rumah sakit rujukan se-Indonesia dengan 38 di antaranya memiliki ruang bertekanan negatif.

SDM di rumah sakit ini pun punya keterampilan untuk menangani pasien dengan infeksi, mengingat Indonesia punya pengalaman menangani virus serupa seperti SARS dan MERS.

Baca Juga: Pemkot Bandung Apresiasi Keinginan Kapolrestabes Terbitkan Izin Pengamanan Stadion GBLA untuk Home Base Persib

"Seperti inilah yang disampaikan. Kalau ada yang ingin dilaporkan, hubungi hotline ini misalnya. Dengan cara begini masyarakat akan punya pedoman kalau informasi yang valid dari pemerintah," ucap dia.

Seusai reses, Komisi IX pun akan segera membahas langkah penanganan ini dengan Kementerian Kesehatan RI.

Fraksi PKS sendiri, kata Netty, sudah diinstruksikan untuk mendatangi Dinas-Dinas Kesehatan di Dapil masing-masing untuk memberi informasi, jika terjadi kasus corona di daerahnya.

Baca Juga: Danareksa Sekuritas Kembangkan Perdagangan Syariah Online, Friderica : Telah Mendapat Persetujuan dari MUI

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Bambang Widodo menyebut, ada tujuh rumah sakit infeksi emerging di Jawa Barat yang bisa merawat pasien dengan dugaan corona.

Rumah sakit itu adalah RSUP Hasan Sadikin Bandung, Rumah Sakit Paru Dr H A Rontinsulu Bandung dan sejumlah RSUD seperti di Indramayu, Garut, Subang, Sukabumi, dan Gunung Jati.

“Untuk Depok memang tidak ada, tapi karena dekat dengan Jakarta sehingga sumber daya yang terbatas itu bisa dialihkan ke Jakarta,” kata Bambang.

Baca Juga: BNN dan Pemkot Bandung Tindak Lanjuti Jika Ada PNS yang Positif Konsumsi Obat Terlarang

Sementara terkait pembiayaan, Bambang menyebut, memang ada Permenkes yang menyatakan penanggungan biaya oleh pemerintah bila sudah ada suspect.

Rumah sakit yang merawat suspect bisa mengklaim biaya pengobatannya ke Dirjen Yankes. Namun, karena anggarannya terbatas, rumah sakit juga harus berhati-hati akan terjadinya over diagnosis.

“Karena ongkosnya tidak murah. Di Rumah Sakit Suliyanti Suroso saja untuk satu pasien dalam 24 jam perlu 25 sampai 30 baju. Satu baju harganya sekitar Rp 300.000 jadi satu pasien Rp 9 juta sampai Rp 10 juta untuk baju saja,” ucap dia.

Baca Juga: Ini Dia Sejumlah Mitos Seputar Virus Corona yang Terpatahkan, Simak Faktanya

Kendati demikian, 100 rumah sakit rujukan yang disiapkan Kemenkes mayoritas dalam kondisi siap. Pasalnya, sejak 2007, 100 rumah sakit ini sudah disiapkan untuk mengobati pasien flu burung.

Meski kemampuan rumah sakit berbeda-beda tetapi secara umum fasilitas dan kesiapan sudah cukup baik.

“Tapi perkembangannya, rumah sakit-rumah sakit lain di luar yang telah ditetapkan itu kemampuannya juga meningkat. Ini tadi saran agar ditambahkan rumah sakit lain, selain yang 100 ini saya kira usulan yang sangat baik,” ucap dia. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Ringtimes Banyuwangi

Diam

5 Juni 2020, 16:00 WIB
X