Jumat, 29 Mei 2020

Indonesia Perlu Banyak SDM Transportasi Udara Unggul

- 29 Februari 2020, 11:59 WIB
Penerbangan/ANTARA /null

PIKIRAN RAKYAT - Industri penerbangan Indonesia terus mengalami kemajuan signifikan, seiringan dinamika yang terjadi di tingkat global. Keberadaan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi keniscayaan bagi Indonesia agar tidak ketinggalan dari bangsa lain, dan menjadi "senjata" untuk meraih peluang.

"Sebab, untuk menjawab tantangan ke depan dalam keberlangsungan pembangunan di bidang perhubungan sangat ditentukan oleh SDM itu sendiri," kata Direktur Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Capt. Avirianto dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu 29 Februaru 2020.

Terkait hal itu, PPI menggelar sosialisasi dan pengenalan di Yogyakarta untuk meningkatkan kompetensi SDM transportasi, khusus di bidang transportasi udara. Lulusan Sekolah Menegah Atas (SMA) atau yang sederajat yang berminat dapat bergabung dengan Perguruan Tinggi (PT) kedinasan di bahwa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan itu.

Baca Juga: Tingginya Penyebaran Wabah Virus Corona, Liverpool Terancam Gagal Juarai Liga Primer Inggris Musim Ini

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Yogyakarta pada 27-29 Februari 2020 di mana sesi sosialisasi Perguruan Tinggi Kedinasan Kementerian Perhubungan dilakukan pada 28 Februari 2020. 

Sosialisasi di Yogyakarta merupakan yang kedua setelah Manado pada 17 Februari 2020. Selanjutnya, sosialisasi akan diadakan di Pangkalpinang, Bangka Belitung pada 2-4 Maret 2020 mendatang. 

Capt. Avirianto mengatakan, pihaknya sebagai bagian dari lembaga negara yang bertugas meningkatkan kualitas SDM akan terus melakukan kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda. Ini juga sebagai sarana untuk para siswa dan siswi mengetahui adanya sekolah kedinasan di bawah Kementrian Perhubungan.

Baca Juga: Jelang Hadapi Persela Lamongan di Laga Perdana Liga 1 2020, Pelatih Persib Bandung Fokus pada Persiapan Tim

"Beberapa di antaranya menyelenggarakan jalur pola pembibitan, dimana biaya pendidikan sampai lulus dibebankan oleh APBN Pemerintah atau dengan kata lain gratis. Para para siswa hanya menanggung biaya hidup dan lainnya," kata Capt. Avirianto.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X