Rabu, 8 April 2020

Sudah Miliki Cicit Serta Fisik Gemetaran, Waridi dan Tumiyem Akhirnya Bisa Miliki Buku Nikah Usai Penantian Puluhan Tahun

- 29 Februari 2020, 06:49 WIB
Waridi (85) dan Tumiyem (60) warga Desa Watuagung Kecamatan Tambak merupakan pasangan tertua dari 143 pasang pengantin yang ikut isbat nikal massal yang bertajuk 'Banyumas Mantu' untuk memperingati hari jadi ke-449 Banyumas, pada Jumat 28 Februari 2020.* /EVIYANTI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Waridi (85) tubuh kakek dengan 1 cicit gemetaran ketika harus menghadap penghulu, istrinya Tumiyem (60) dengan taleten menggandeng pasangannya untuk menghadap Hakim dari Pengadilan Agama Purwokerto.

Pasangan kakek dan nenek, Waridi dan Tumiyem warga Desa Watuagung Kecamatan Tambak merupakan pasangan tertua dari 143 pasang pengantin yang ikut isbat nikah massal yang bertajuk 'Banyumas Mantu' untuk memperingati hari jadi ke-449 Banyumas, pada Jumat 28 Februari 2020. 

Meski sudah hidup bersama selama 23 tahun perkawinanya belum dicatat oleh negara, Waridi yang petani tersebut mangaku bahagia meski sudah memiliki cicit dari cucu dan anak tunggalnya akhirnya bisa mendapatkam buku nikah dengan istrinya Tumiyem.

"Iya senang," kata Waridi yang sudah mulai kesulitan untuk bicara karena usianya.

Baca Juga: Hujan Deras Mengguyur, Tebing Setinggi 20 Meter Longsor Timpa Rumah Otong

Meski sudah 23 tahun kumpul bersama dengan istri dan kini sudah memiliki memiliki 1 anak 1 cucu dan 1 buyut atau cicit, baru pertama kali ini pernikahannya akhirnya dicatat oleh negara.

Menurutnya sebenarnya pada 23 tahun lalu sudah dinikahkan oleh orang tuanya seorang kiai di desanya di Watagung hingga saat ini tidak pernah mendapatkan buku nikah resmi tercatatkan oleh negara.

"Nikahnya di kyai dan pak kyainya sudah meninggal. Sampai saat ini belum dapat buku nikah," terangnya.

Baca Juga: Selama Bertahun-tahun Seorang Pengasuh di Singapura Tega Meracuni Dua Bayi Bersekongkol dengan Sahabatnya yang Dokter

Pasangan kakek dan nenek Joni Manan (68) dan Darti (64) Desa Gentawangi Margasana Jatilawang yang mengikuti isbat nikah, mengaku sudah punya 5 cucu.

"Dulu 1992 pernah menikah hanya dengan penghulu tapi tidak punya buku nikah," jelasnya.

Tanpa adanya buku nikah diakui banyak menemui kendala khususnya saat menikahkan anak-anaknya. "Saya tidak bisa jadi wali karena tidak punya buku nikah," kata Joni.

Baca Juga: Kisah Nabi Musa yang Menampar Malaikat Maut saat Berwujud Seperti Manusia

Bupati Banyumas Achmad Husein mengaku ikut merasakan kebahagiaan ratusan pasangan yang mengikuti nikah massal ini. Dia berencana untuk menggelar acara ini secara tahunan bagi pasangan nikah yang belum memiliki surat nikah.

"Saya ikut bahagia, ada 143 pasang pengantin yang ikut nikah massal, semua  gratis" jelasnya.

Dia berjanji nikah massal akan dijadikan program rutin sebab diperkirakan masih ada sekitar 400 pasang yang belum menikah yang belum dicatat oleh negara.

Baca Juga: Kenali Kandungan Obat Tradisional Minyak Jarak

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X