Senin, 6 April 2020

AKSI Keberatan Para Guru Tersangka Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Digunduli

- 28 Februari 2020, 15:37 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi soroti cara kepolisian perlakukan 3 tersangka tragedi susur sungai SMPN 1 Turi.* /Kolase, ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko & ANTHIKA ASMARA/GM

PIKIRAN RAKYAT - Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) menyatakan keberatan terhadap tindakan penegak hukum yang memperlakukan guru SMPN 1 Turi, Sleman seperti kriminal murni. Para guru tersangka insiden susur sungai oleh siswa SMPN 1 Turi, Sleman diduga digubduli oleh pihak kepolisian.

Ketua AKSI Asep Tapip menilai, tindakan seorang guru dengan segala kekhilafannya seharusnya dibingkai dalam niat mendidik siswa. "Kesalahan yang dilakukan guru tidak didasari kesengajaan karena tidak ada niat mencelakakan, melukai, atau mengorbankan anak didiknya," ucap Asep kepada "PR", Jumat 28 Februari 2020.

AKSI menyampaikan turut berduka cita dan ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Musibah yang terjadi saat susur sungai tidak bisa dibebankan kepada guru. Guru tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi.

Baca Juga: DPD Golkar Jabar Matangkan Jadi Partai Modern Era 4.0

Asep berharap, para guru diperlakukan secara terhormat. "Presiden, jenderal, polisi, jaksa, menteri dibesarkan oleh guru. Kekhilapan adalah sifat manusia. Namun, jangan karena kekhilafannya seluruh martabat guru direndahkan," ucap Asep.

Asep pun berharap, guru-guru yang sedang mendapat ujian diberi kesabaran. Keluarga korban pun diberi ketabahan.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Dudung Nurullah Koswara mengatakan, masalah kelalain dan keteledoran guru bukan kriminal. Menurut dia, apabila benar guru yang menjadi tersangka kejadian susur sungai dugunduli oleh pihak kepolisian, hal itu tidak beretika.

Baca Juga: Doa Setelah Salat Dhuha yang Dilafalkan Rasulullah SAW hingga Seratus Kali

Seorang guru Nzank Kartiwa mengatakan, guru yang menjadi tersangka dalam peristiwa susur sungai memang harus diadili sesuai pelanggarannya. Namun, guru tersebut tidak perlu digunduli.

Guru lainnya, Cecep Taufiq Mubarak Yusuf menambahkan, pembotakan para guru itu sungguh melanggar etika. Dia mendorong seluruh guru Indonesia memberikan dukungan moral pada guru yang digunduli. Guru yang lalai dan melakukan kebodohan tidak harus diperlakukan tak terhormat. Menurut Cecep, para guru SMPN 1 Turi tidak berniat jahat.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X
x