Rabu, 1 April 2020

Alasan Penyelamat Puluhan Siswa SMPN 1 Turi Berat Terima Dana Penghargaan, Pilih Sumbangkan untuk Bangun Masjid

- 29 Februari 2020, 06:00 WIB
DUA warga yang melakukan aksi penyelamatan pelajar SMPN 1 Turi dalam kegiatan susur sungai Sempor Darwanto alias Kodir (kanan) dan Mbah Sudiro (kiri) menunjukan piagam penghargaan saat pemberian penghargaan pahlawan kemanusiaan dari Kemensos RI di Mako Tagana Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa 25 Februari 2020. Kemensos RI memberikan penghargaan kepada Kodir dan Mbah Sudiro atas keberanianya dalam upaya penyelamatan para pelajar korban kecelakaan sungai saat kegiatan susur Sungai Sempor pada Jumat 2 /ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

PIKIRAN RAKYAT - Tragedi susur sungai SMPN 1 Turi, masih menyisakan duka bagi publik.

Tak terkecuali dua pria yang pertama kali menolong puluhan pelajar SMPN 1 Turi yang terjebak di Sungai Sompor, Donokerto, Sleman, DI yogyakarta.

Kedua pria itu adalah Mbah Sudiro, warga Dukuh, Wonokerto Turi, bersama dengan Sudarwanto, warga Kembangarum, Donokerto, bahu membahu menolong puluhan anak-anak pada tragedi itu.

Baca Juga: 3 Tips Belajar Bahasa Rusia Versi Duta Besar Rusia

Pada Jumat, 21 Februari 2020 sore lalu, Mbah Sudiro dan Sudarwanto bergegas menolong usai mendengar isak tangis dan jeritan minta tolong para siswa SMPN 1 Turi.

loading...

Mbah Sudiro yang sudah berusia 72 tahun, membantu evakuasi puluhan siswa yang terjebak di tengah gempuran arus deras Sungai Sompor.

"Saya baru membersihkan makam. Saya sudah mau memperingatkan mereka agar naik saja karena cuaca tidak mendukung.

Baca Juga: Indonesia Tak Lama Lagi Akan Gelar Event Marathon Dunia

"Lalu sudah dengar anak-anak minta tolong. Anak saya langsung menghampiri, katanya anak-anak kintir (hanyut)," ucap Mbah Sudiro, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X