Minggu, 5 April 2020

Sesal Pilu Penyelamat Puluhan Siswa di Tragedi SMPN 1 Turi, Kodir: Andai Saya Datang Lebih Awal

- 27 Februari 2020, 18:16 WIB
DUA warga yang melakukan aksi penyelamatan pelajar SMPN 1 Turi dalam kegiatan susur sungai Sempor Darwanto alias Kodir (kanan) dan Mbah Sudiro (kiri) menunjukan piagam penghargaan saat pemberian penghargaan pahlawan kemanusiaan dari Kemensos RI di Mako Tagana Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa 25 Februari 2020. Kemensos RI memberikan penghargaan kepada Kodir dan Mbah Sudiro atas keberanianya dalam upaya penyelamatan para pelajar korban kecelakaan sungai saat kegiatan susur Sungai Sempor pada Jumat 21 Februai 2020 lalu* /ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

PIKIRAN RAKYAT - Sebelumnya, tak banyak orang yang mengenal pria Sleman bernama Sudarwanto alias Kodir.

Kini, sosok pria yang tinggal di Kembangarum, Donokerto, Sleman itu, dikenal sebagai pahlawan di mata publik, dan pemerintah.

Kodir, dianggap sebagai pahlawan karena menjadi salah satu orang pertama yang menolong puluhan siswa yang terjebak arus deras di Sungai Sompor, Sleman, DI Yogyakarta.

Baca Juga: Antisipasi Virus Corona, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Siapkan Kebijakan Stimulus

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antaranews, aksi kepahlawanan Kodir ini bermula ketika ia hendak bersantai sejenak dengan memancing di Sungai Sompor, pada Jumat, 21 Februari 2020 lalu.

Selepas berjalan 100 meter ke arah sungai, Kodir mendengar teriakan minta tolong, jeritan, dan tangisan anak-anak.

"Mereka teriak minta tolong. Seketika itu, saya membuang joran lalu berlari kencang menuju sumber suara.

Baca Juga: Amalkan Doa agar Hujan Jadi Manfaat Bagi Kita

"Teriakan kian jelas terdengar manakala tiba di atas tebing setinggi kisaran tiga meter dengan dasar sungai," ucap Kodir.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X