Selasa, 7 April 2020

Ribuan Ekor Ikan Mati Mengapung di Muka Danau Maninjau, Bau Busuk pun Menyerbak

- 27 Februari 2020, 16:02 WIB
RIBUAN ekor ikan mengapung di pinggir Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Kamis, 27 Februari 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Warga yang melewati Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, terganggu dengan bau busuk yang menyengat di sana.

Bau busuk menyerbak dari ribuan ikan mati, yang mengapung di muka danau.

Siapa nyana yang membuat ikan-ikan mati ialah angin kencang.

Baca Juga: Umrah Dihentikan Sementara Gara-gara Virus Corona, KBRI Riyadh Perjuangkan Nasib WNI yang Sudah Kantongi Visa

Mirisnya ikan itu siap dipanen dalam waktu dekat. 

Sekitar 10 ton ikan keramba jenis nila itu tepatnya berada di Muaro Pauh, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjungraya.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Kamis, 27 Februari 2020, mengatakan ikan-ikan mati sudah beberapa hari.
"Ikan ini mati semenjak Selasa (25 Februari) setelah angin kencang melanda daerah itu pada Kamis (20 Februari)," katanya, seperti dilansir laman Kantor Berita Antara.

Baca Juga: Arab Saudi Hentikan Sementara Layanan Umrah, Biro Perjalanan Tercekik

Ia mengatakan ikan itu berasal dari belasan keramba jaring apung milik 12 petani atas nama Asbal sebanyak dua ton, Afis 500 kilogram, Udin satu ton, Abeng satu ton.

Selain itu Nunuk satu ton, Pamuncak 500 kilogram, Fauzi satu ton, Riki 500 kilogram, Sutan Sulaiman 500 kilogram, Yardi 500 kilogram, Sirul 500 kilogram, dan Yamaris 500 kilogram.

"Petani mengalami kerugian sekitar Rp260 juta akibat kejadian itu, karena harga ikan di tingkat petani Rp26 ribu per kilogram," katanya.

Baca Juga: Rumah dan Masjid Dibakar, Muslim di Delhi India Mengungsikan Diri untuk Hindari Kerusuhan yang Lebih Parah

Ia mengatakan petani keramba jaring apung membuang bangkai ikan ke dalam danau vulkanik itu.

Dengan kondisi itu, air sungai menjadi tercemar dan mengeluarkan bauk tidak sedap.

"Kami telah mengimbau petani agar mengumpulkan bangkai ikan dan mengubur agar air tidak mencemari danau," katanya.

Baca Juga: Erick Thohir Didukung Serikat Pekerja untuk Bersih-bersih BUMN, Diminta Jangan Tebang Pilih

Ia mengakui kematian ikan ini merupakan yang ketiga kalinya selama Januari-Februari 2020, karena sebelumnya kematian massal juga terjadi di Galapuang, Nagari Tanjung Sani sebanyak 10 ton pada 29 Januari 2020.

Pada 5 Februari 2020, kematian ikan kembali terjadi di Linggai, Nagari Duo Koto 63 ton.

Untuk itu pihaknya mengimbau petani untuk memanen ikan yang siap panen dan tidak menebar bibit ikan agar tidak terjadi kematian massal.

"Angin kencang masih berpotensi melanda daerah ini," kata dia.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X