Minggu, 5 April 2020

Nekat Selundupkan Narkotika 12 Kilogram, Adik dan Kakak Terancam Hukuman Mati

- 25 Februari 2020, 18:30 WIB
Ilustrasi narkoba. /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Diduga selundupkan sabu seberat 12 kilogram, Indah Asmawati alias Ade dan adik iparnya Muchamad Tabah terancam hukuman mati. Keduanya didakwa pasal 114 ayat (1) dan pasal 113 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Demikian terungkap dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung. Dalam surat dakwaan, JPU Kejari Bandung Lucky Afgani menyebutkan, terdakwa Muchamad Tabah bersama-sama dengan Indah Asmawati alias Ade pada Oktober 2019 telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekusor narkotika, secara tanpa hak, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi dari 5 gram.

"Total sabu yang akan diselundupkan beratnya 12 kilogram," katanya kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa 25 Februari 2020.

Baca Juga: Jokowi Sambut Positif Keputusan BI Relaksasi Kebijakan Moneter dan Turunkan Suku Bunga

Sebelum ditangkap di Bandara Husein, lanjutnya, awalnya Ade disuruh Stanley (DPO) untuk membawa tas dari Laos menuju Kamboja dan Philipina dengan fasilitas tiket pesawat dan uang saku senilai 500 dolar.

loading...

Saat tiba di salah satu hotel di Laos dia diberikan tas koper berisi pakaian baru dan disuruh pergi ke Manila Philipina, kemudian di sana koper diambil oleh orang suruhan Stanley. 

Setelah menyerahkan koper tersebut, Ade kembali ke Indonesia dan mendapatkan upah sebesar 1000 dolar atau Rp 14 juta, dan transaksi dilakukan sebanyak dua kali dengan pola yang sama. Namun untuk yang ketiga kalinya, Ade tidak bisa melakukannya, karena di negara tersebut ada larangan berkunjung sebanyak tiga kali dalam setahun. 

Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Anda Harus Jadi Vegan untuk Kesejahteraan Hewan

"Ade pun menyuruh adik iparnya Muchamad Tabah, dengan bayaran dan pola yang sama," katanya. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X