Minggu, 31 Mei 2020

AS Akui Indonesia Sebagai Negara Maju, Luhut: Jangan Buruk Sangka

- 25 Februari 2020, 14:05 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan/ANTARA FOTO /null

PIKIRAN RAKYAT – Sejumlah negara berkembang salah satu Indonesia saat ini telah disebut sebagai negara maju oleh Amerika Serikat (AS).

Seperti diberitakan oleh Pikiran-Rakyat.com sebelumnya Tiongkok dan Indonesia dua diantaranya yang dicabut sebagai negara-negara berkembang oleh AS saat menyangkut perdagangan Internasional sejak 10 Februari 2020 silam.

Negeri paman sam itu pun telah mencabut preferensi khusus untuk daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia atau yang lebih dikenal dengan World Trade Organization (WTO) dimana diantaranya Brazil, India, Indonesia dan Afrika Selatan.

Baca Juga: Kenalkan Siswa SMP Purworejo yang akan Melaju ke MotoGP Tingkat Asia, Ganjar Pranowo: Bukan Anggota Kerajaan

Dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Antara Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika RI dikategorikan negara miskin, hal tersebut merupakan dua hal berbeda.

“Kalau ada isu dikaitkan dengan kita tidak lagi dikategorikan negara miskin, itu dua hal berbeda,” ujarnya seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Dirinya pun memberikan penjelasan yang dikategorikan oleh USTR, namun Luhut menyebut GSP telah terdapat kesepakatan tersendiri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini Minggu, 16 Februari 2020: Waspada Hujan Intensitas Tinggi Disertai Petir

“Jadi ada 26 negara yang dikategorikan itu, termasuk Indonesia, Vietnam, dan India juga, tapi GSP itu ada deal sendiri, jadi kalau ada orang bilang ada strategi licik dan segala macam itu tidak boleh, jangan buruk sangka,” terangnya.

Diketahui GSP merupakan program pemerintah AS dalam rangka mendorong pembangunan ekonomi negara-negara berkembang dengan membebaskan bea masuk ribuan produk asal pengekspor tersebut yang akan masuk ke negeri paman sam itu.

Halaman:

Editor: Billy Mulya Putra

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X