Simak 4 Hal yang Sebabkan Bahasa Ibu Cenderung Musnah, dari Bencana Alam hingga Perkawinan Silang

- 22 Februari 2020, 20:21 WIB
ILUSTRASI //pexels/Thiszun

Baca Juga: Waspadai 8 Aplikasi Android yang Ditunggangi Malware, Salah Satunya Compass

"Contoh kata anjing, yang sudah menjadi kata awalan, sisipan, dan akhiran. Oleh kalangan muda mulai dilemeskan menjadi kata anjir, anjrit, anjis, dan sebagainya. Yang penting mereka tidak meninggalkan bahasa ibunya," terangnya.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Jabar, Bucki Wibawa menyebutkan bahwa keluarga memegang peranan yang cukup penting dalam memelihara bahasa ibu agar dapat lestari.

Ditambah, perkembangan bahasa di lingkungan juga dimulai dari keluarga sebagai lingkup yang terkecil dan awal mula.

Baca Juga: Sebelum Ashraf Sinclair Meninggal Dunia, BCL Sempat Meminta sang Suami Memilihkan Foto

Bila kalangan orang tua di rumah selalu mengajarkan bahasa nasional Indonesia, jangan berharap bahasa daerah bisa dilirik dan bertahan.

"Perlu komitmen kuat dari kalangan orang tua untuk mempertahankan budaya (bahasa daerah) kepada anak-anaknya. Salah satu upaya mengenalkan budaya tradisional adalah dengan bahasa daerah."

"Jadi orang tua dan keluarga memegang peranan penting akan keberlangsungan bahasa daerah," ujar Bucki Wibawa.

Baca Juga: 4 Makanan Sehat untuk Trimester Pertama Kehamilan

Juga, Bucki Wibawa meminta kepada seluruh warga Indonesia agar merasa penting terhadap peringatan Hari Ibu Internasional.

Halaman:

Editor: Farida Al-Qodariah

Sumber: Galamedianews


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X