Kamis, 4 Juni 2020

Simak 4 Hal yang Sebabkan Bahasa Ibu Cenderung Musnah, dari Bencana Alam hingga Perkawinan Silang

- 22 Februari 2020, 20:21 WIB
ILUSTRASI //pexels/Thiszun

Keempat akibat tidak dipelihara. Di Indonesia sendiri, banyak pula bahasa daerah yang semakin hilang setiap tahunnya.

Hal tersebut disebabkan dari para pelakunya sendiri sebagai salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai orang yang menjaga bahasa sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara.

Baca Juga: Pihak Kepolisian Periksa 6 Saksi dalam Kasus Siswa SMPN 1 Turi yang Hanyut saat Susur Sungai

Sebaiknya, para penuturnya juga ikut memelihara beragam bahasa tersebut.

"Unesco sudah menetapkan, bahasa daerah (ibu) akan dinyatakan musnah apabila jumlah penuturnya kurang dari 100 ribu orang. Untuk bahasa Sunda, saya mah yakin masih terpelihara, karena jumlah penuturnya di atas sekitar 30 juta orang," ujarnya.

Namun, Taufik pun sebenarnya tak mempermasalahkan kalangan generasi muda yang menggunakan bahasa daerah (Sunda) yang kasar.

Baca Juga: Hamil 8 Bulan Tak Halangi Peserta CPNS Ikuti SKD di Jawa Tengah

Sebab bahasa Sunda sangat besar dipengaruhi oleh Mataram, sehingga ada undak-unduk bahasa, yakni ada bahasa yang lemes dan kasar.

"Saya yakin bahasa Sunda akan kembali lagi pada masa kemunculannya, yakni ada bahasa yang loma dan kasar."

"Kalau generasi muda yang lebih banyak menggunakan bahasa yang kasar, biarkan saja karena di dalam harinya ada filter."

Halaman:

Editor: Farida Al-Qodariah

Sumber: Galamedianews


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X