Rabu, 8 April 2020

Banyak Pengunjung Positif Gunakan Narkotika, Izin Usaha Black Owl Dicabut dan 50 Pegawai Terancam PHK

- 18 Februari 2020, 06:55 WIB
ILUSTRASI Obat-obatan.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Manajemen Restoran dan Pub Black Owl, Efrat Tio, menyatakan sebanyak 50-an pekerja terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pencabutan izin usaha yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Jika disegel, maka pasti akan kita lakukan PHK, karena tidak ada pemasukan," jelas Efrat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa 18 Februari 2020.

Baca Juga: Ingin Kontingen PON Jawa Tengah Diurus Warga Asli Papua, Ganjar Pranowo: Kita tunjukkan Persatuan Kita dari Olahraga

Pemprov DKI Jakarta per hari Senin 17 Februari 2020 memutuskan mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) PT Murino Berkarya Indonesia (MBI) selaku pemilik usaha Restoran dan Pub Black Owl.

Efrat yang juga komisaris PT MBI menyatakan usaha itu baru dibuka sekitar 3,5 bulan lalu.

Baca Juga: Mengenal Peran Label Rekaman dalam Industri Musik

"Para karyawan kami bahkan digaji melebihi upah minimum provinsi (UMP)," ujar Efrat.

Dia menyatakan pencabutan izin usaha dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta kurang adil bagi dunia usaha, selain itu tidak berdasarkan alat bukti yang sah.

Baca Juga: 3 Menteri Ramai-ramai Resmikan Rusun Santri di Ponpes Lirboyo Kediri, Pramono Anung: Membangun Ponpes adalah Membangun Indonesia

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X